ID EN

Proyek Kereta Cepat Malaysia, Kuala Lumpur-Singapura Ditargetkan 90 Menit

Rabu, 13 Mei 2026 | 15:13

Penulis: Arif S

Kereta Cepat
Ilustrasi - Kereta cepat memangkas waktu perjalanan darat.
Sumber: Pixabay

Malaysia membuat langkah besar dalam transformasi transportasi Asia Tenggara dengan membangun jaringan kereta cepat regional yang ditargetkan terintegrasi pada 2026. Proyek ambisius ini diyakini akan mengubah cara wisatawan menjelajahi kawasan Asia Tenggara dengan lebih cepat dan praktis.

Salah satu fokus utamanya adalah kebangkitan kembali Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura (KL-SG HSR) yang sebelumnya sempat dihentikan pada 2021. Proyek itu kembali dihidupkan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim melalui skema Kemitraan Pemerintah-Swasta.

Jika terealisasi sesuai rencana, perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Singapura yang biasanya berjam-jam nantinya hanya membutuhkan sekitar 90 menit. 

Jalur sepanjang 350 kilometer tersebut akan dilayani kereta berkecepatan hingga 300 kilometer per jam dengan dukungan sistem persinyalan modern European Train Control System (ETCS).

Bagi wisatawan, proyek ini membuka era baru perjalanan antarkota di Asia Tenggara. Liburan lintas negara menjadi lebih efisien, nyaman, sekaligus ramah lingkungan dibanding Perjalanan Udara jarak pendek.

Selain proyek HSR, Singapura dan Malaysia juga tengah mempercepat pembangunan Rapid Transit System (RTS) Link yang menghubungkan Johor Bahru dan Singapura. Jalur sepanjang empat kilometer itu ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Dilansir Travel and Tour World, jalur ini mampu mengangkut 10.000 penumpang per jam antara Johor Bahru (Bukit Chagar) dan Singapura (Woodlands North).

Keunggulan lain dari proyek RTS Link adalah hadirnya fasilitas CIQ (Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina) terintegrasi dalam satu lokasi. 

Penumpang nantinya bisa menyelesaikan proses imigrasi sebelum keberangkatan sehingga perjalanan lintas negara menjadi lebih cepat tanpa antrean panjang.

Di sisi lain, Thailand dan Vietnam juga mempercepat proyek konektivitas regional mereka. Thailand mengembangkan jalur HSR Thailand-China yang akan menghubungkan Nakhon Ratchasima hingga Nong Khai di perbatasan Laos pada 2031. Jalur ini nantinya terkoneksi dengan jaringan regional yang lebih luas di Asia Tenggara.

Sementara itu, Vietnam bersiap membangun jalur Kereta Cepat Utara-Selatan sepanjang 1.500 kilometer yang menghubungkan Hanoi dan Ho Chi Minh City. Proyek yang akan groundbreaking pada akhir 2026 tersebut diproyeksikan memangkas waktu perjalanan dari 32 jam menjadi hanya lima jam.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!