ID EN

Pulau Penyengat, Permata Kecil yang Disiapkan Jadi Pusat Wisata Halal ASEAN

Jumat, 17 Oktober 2025 | 10:30

Penulis: Arif S

Menpar Widiyandi Putri Wardhana
Menpar Widiyandi Putri Wardhana mengunjungi Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepri.
Sumber: Antara/Ogen

Pulau Penyengat adalah Pulau mungil di seberang Kota Tanjungpinang. Tak hanya menyimpan sejarah, pulau ini tengah bersiap menyambut masa depan baru, menjadi pusat wisata halal dan Muslim terbesar di Asia Tenggara.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana datang langsung untuk melihat potensinya. 

"Hari ini, kita berada di Bumi Gurindam 12, tanah kelahiran Raja Ali Haji, seorang ulama dan pujangga besar Riau-Lingga. Pantun, syair, dan pedoman bahasanya menjadi cikal bakal bahasa Indonesia yang kita gunakan sebagai bahasa persatuan hingga hari ini," ujar Menpar saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Kamis sore.

Bagi Menpar, Pulau Penyengat bukan sekadar destinasi tetapi juga simbol warisan budaya, pusat peradaban Melayu-Islam. Selain itu Pulau Penyengat juga menjadi bukti bahwa sejarah dapat menjadi motor penggerak ekonomi. 

Ia berharap pulau ini semakin dikenal, sekaligus menjadi tujuan favorit wisatawan dari dalam dan luar negeri, terutama dari negara Muslim.

Menpar menegaskan pihaknya berkomitmen mempromosikan pulau ini, termasuk dengan memperbanyak program-program pariwisata nasional di pulau tersebut.

Pulau ini mungkin kecil secara geografis, namun kaya dalam identitas yang mencerminkan integrasi antara kekayaan budaya, nilai religius, dan potensi ekonomi masyarakat.

Menpar yakin, sejarah menjadi modal terbesar yang tak dapat ditiru tempat lain.

"Sebagai pusat peradaban Melayu Islam pada abad ke-19, Pulau Penyengat memiliki makna historis dan kultural yang mendalam. Makanya, kami optimistis pulau ini akan menjadi pusat wisata halal dan Muslim yang terbesar di kawasan ASEAN," katanya.

Dalam kunjungannya, Menpar menyerahkan sertifikat halal produk untuk 24 pelaku UMKM di Pulau Penyengat. Langkah ini untuk memastikan setiap produk memenuhi standar wisata halal sehingga menarik minat wisatawan mancanegara, khususnya Muslim.

Tak hanya itu, Menpar mendorong daya saing produk lokal untuk menjangkau pasar global.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menjelaskan pihaknya sedang habis-habisan mempercantik Pulau Penyengat.

Ia memaparkan upaya mulai dari pembangunan infrastruktur, storytelling budaya, hingga mengembangkan 44 situs sejarah di pulau ini.

Pemprov Kepri bersama seluruh stakeholder juga memperbanyak agenda wisata di Pulau Penyengat, baik siang maupun malam hari.

Hasilnya sudah mulai terlihat. Menurut Ansar, Pulau Penyengat menjadi salah satu destinasi wisata favorit turis asing, terutama dari Malaysia dan Singapura.

Tak hanya turis mancanegara, Ansar juga menggaet wisatawan nusantara ke Pulau Penyengat.

"Kita sangat yakin Pulau Penyengat terus berkembang jadi pusat pariwisata halal, apalagi sudah dua kali dapat predikat desa wisata rintisan terbaik pertama nasional," tandasnya.

Pelan tapi pasti, Pulau Penyengat sedang menulis babak baru. Dari pusat peradaban Melayu-Islam di masa lalu, menjadi destinasi wisata halal kelas dunia di masa depan.(Antara)***