ID EN

Labuan Bajo Menuju Destinasi Selam Kelas Dunia, Keselamatan Jadi Prioritas

Sabtu, 18 April 2026 | 15:23

Penulis: Arif S

Kegiatan
Kegiatan "Edukasi Diving Safety 1000" di Labuan Bajo.
Sumber: Kemenpar

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, telah lama dikenal sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo. Kini destinasi ini tengah dipersiapkan menjadi salah satu pusat wisata selam kelas dunia, dengan keselamatan sebagai fondasi utama.

Kementerian Pariwisata bersama Divers Alert Network (DAN) mengadakan kegiatan “Edukasi Diving Safety 1000”. Program ini menempatkan keamanan penyelam sebagai prioritas.

Di bawah permukaan laut Labuan Bajo, wisatawan bisa menemukan dinding karang berwarna terang, ikan pari manta, penyu, hiu karang, serta arus menantang bahkan bagi penyelam berpengalaman. 

Namun semakin populer sebuah destinasi, semakin besar pula kebutuhan akan standar keselamatan.

Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kemenpar, Itok Parikesit menekankan, aspek keselamatan merupakan elemen fundamental dalam pengembangan produk wisata bahari Indonesia, khususnya untuk meningkatkan daya saing destinasi di tingkat global.

“Aktivitas ini termasuk dalam usaha pariwisata berisiko menengah hingga tinggi, sehingga standar keselamatan harus terus diperkuat agar destinasi kita tidak hanya indah, tetapi juga aman bagi Wisatawan Domestik dan mancanegara,” ujar Itok di Jakarta.

Program yang berlangsung di Labuan Bajo, pada Rabu 15 April melibatkan 50 peserta dari Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Labuan Bajo.

Kesiapan sumber daya manusia menjadi hal krusial dalam menunjang wisata bahari. Karena itu, pelatihan difokuskan pada kemampuan tanggap darurat menyelamatkan nyawa di lokasi terpencil.

Itok menjelaskan program “Edukasi Diving Safety 1000” berisi materi mencakup Basic Life Support, CPR, dan Emergency Oxygen Provider yang disampaikan langsung instruktur profesional dari National Association of Underwater Instructors (NAUI).

Materi ini menjadi bekal para garda terdepan wisata selam di Labuan Bajo dalam menghadapi potensi risiko di lapangan.

Agenda ini sekaligus menjadi penutup rangkaian “Diving Safety 1000 Initiative” yang pertama kali diluncurkan pada Oktober 2023.

Secara nasional, program ini telah menjangkau 1.000 penerima manfaat di berbagai destinasi selam unggulan Indonesia, mulai dari Bali, Manado, Raja Ampat, Maratua, Kepulauan Seribu, hingga Gili Matra.

Labuan Bajo mendapat sorotan khusus sebagai etalase wisata premium Indonesia.

“Melalui program ini, Indonesia diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata selam kelas dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga aman dan terpercaya,” kata Itok.

Dukungan datang dari Divers Alert Network, lembaga nirlaba internasional yang selama puluhan tahun dikenal sebagai rujukan keselamatan penyelaman global.

Di tengah persaingan global wisata bahari, Labuan Bajo sedang membentuk identitas baru.

Bukan hanya sebagai pintu menuju komodo, tetapi sebagai tempat di mana petualangan bawah laut bertemu profesionalisme, konservasi, dan standar keselamatan kelas dunia.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!