ID EN

Kuota Wisatawan TN Komodo 1.000 Orang per Hari Dievaluasi 3-6 Bulan Lagi

Sabtu, 18 April 2026 | 13:18

Penulis: Arif S

Taman Nasional (TN) Komodo
Taman Nasional (TN) Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Sumber: Antara/Kornelis Kaha

Sejak 1 April 2026, jumlah wisatawan yang dapat memasuki Taman Nasional (TN) Komodo dibatasi 1.000 orang per hari, Pembatasan ini untuk menjaga keseimbangan konservasi dan Pariwisata. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan mengevaluasi kebijakan itu beberapa bulan setelah berjalan.

“Intinya kita akan lihat lagi dampaknya sekitar tiga bulan hingga enam bulan ke depan. Karena akan dievaluasi,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena di Kupang, NTT.

Pernyataan itu disampaikan Melki usai menghadiri dan membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana NTT 2026 yang digelar perwakilan BKKBN NTT.

TN Komodo merupakan salah satu Destinasi Favorit Wisatawan Domestik maupun mancanegara. Lonjakan kunjungan dalam beberapa tahun terakhir memunculkan pertanyaan tentang daya dukung lingkungan, kenyamanan wisata, serta masa depan konservasi komodo di habitat alaminya.

Melki mengungkapkan, pada dasarnya dirinya mendukung keputusan pemerintah pusat terkait pembatasan kuota turis. Ia berharap keputusan itu memberikan dampak positif bagi sektor lainnya.

“Pemerintah pusat sudah menghitung dampaknya dan akan coba dilakukan mulai dari ekologi komodonya, serta lainnya di kawasan TN Komodo dan sekitar Manggarai Barat, bahkan berbagai urusan konservasi sudah dihitung,” jelasnya.

Bagi kawasan wisata seperti Labuan Bajo, gerbang utama menuju TN Komodo, pembatasan jumlah pengunjung bisa menciptakan dinamika baru. Lebih sedikit wisatawan per hari tidak selalu berarti lebih kecil pendapatan.

Melki mengatakan dirinya menghargai aspirasi masyarakat dan pelaku wisata di Labuan B Di sisi lain, ia menilai kebijakan tersebut berdampak positif bagi sektor pariwisata di Labuan Bajo, karena akan menahan lebih lama wisatawan sehingga kegiatan ekonomi akan meningkat.

Logikanya, ketika akses dibuat lebih terbatas, wisatawan cenderung merencanakan perjalanan lebih panjang, menginap lebih lama, dan mengeksplorasi destinasi lain di sekitar Flores Barat, mulai dari desa budaya, gua kapur, hingga pelayaran antarpulau.

Sebelumnya, Balai Taman Nasional (BTN) Komodo telah menetapkan kebijakan kuota 1.000 wisatawan per hari di kawasan TN Komodo. Kebijakan itu sudah mulai diberlakukan per 1 April 2026.

Tiga hingga enam bulan ke depan menjadi masa penting untuk melihat apakah pembatasan ini mampu menjaga habitat komodo sekaligus mempertahankan denyut ekonomi wisata.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!