Lifter 15 Tahun Pecahkan Rekor Dunia, Indonesia Punya Bintang Baru
Rabu, 15 April 2026 | 16:03
Penulis: Arif S

Sumber: NPC Indonesia
Tekanan panggung besar tidak menghentikan Delima Yunia Susanti. Di usia 15 tahun, ia justru mencetak Rekor Dunia di level internasional, di ajang World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026.
Turnamen yang berlangsung di Thailand pada 7-12 April itu menjadi ujian bagi atlet-atlet terbaik Asia dan Oseania.
Indonesia mengirim 12 wakil, namun sorotan langsung mengarah pada satu nama debutan yang tampil tanpa kompromi.
Delima tidak hanya ikut bersaing, tetapi mengontrol kompetisi.
Ia mengamankan empat Medali Emas dari kategori best lift rookie open, best lift rookie Asia, total lift rookie open, dan total lift rookie Asia.
Dominasi seperti ini jarang terjadi, apalagi dari atlet yang baru pertama kali tampil di level ini.
Momen penentu datang saat ia mengangkat beban 93 kilogram.
Angkatan itu memastikan lebih dari sekadar kemenangan itu adalah rekor dunia untuk kategori rookie kelas 79 kg putri.
"Terima kasih kepada para pelatih, senior-senior semuanya yang sudah mendukung saya terus menerus. Harapan (saya), ke depan, bisa menjadi lebih baik, tetap semangat berlatih, tidak banyak mengeluh dan bisa memenuhi target," ujar Delima Yunia Susanti, yang baru berusia 15 tahun, dalam keterangan resmi NPC Indonesia yang dikutip di Jakarta, Selasa.
Namun performa dominan itu tidak datang tanpa tekanan. Delima mengakui sempat kehilangan kepercayaan diri saat harus berhadapan dengan atlet-Atlet Senior yang lebih berpengalaman.
"Di lubuk hati, saya sangat takut berhadapan dengan para senior. Akan tetapi, saya senang bisa bertanding di event sebesar ini, bergabung dengan lawan-lawan senior yang baik," ujarnya.
Pengalaman itu menjadi fondasi penting untuk menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi, dari kejuaraan Asia hingga panggung Paralimpiade yang kini mulai ia bidik.
Delima sadar, rekor dunia ini belum cukup. Ia masih harus meningkatkan kualitas angkatan, memperkuat mental tanding, dan menjaga konsistensi latihan jika ingin bersaing di kategori Open yang mempertemukan atlet terbaik dunia.
Secara keseluruhan, tim Indonesia tampil kompetitif. Total 25 medali dikumpulkan, rinciannya enam emas, empat perak, dan 15 perunggu. Capaian itu menempatkan Indonesia di posisi ke-10.
Sementara, Uzbekistan mendominasi klasemen akhir dengan perolehan medali terbanyak.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!