Kisah di Balik Kegagalan Italia ke Piala Dunia 2026: Contekan Donnarumma Diambil Anak Gawang
Selasa, 7 April 2026 | 12:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/FIGC
Kegagalan Timnas Italia melangkah ke Piala Dunia FIFA 2026 masih menyisakan kesedihan. Di balik adu penalti dramatis melawan Bosnia-Herzegovina, muncul kisah tak terduga yang melibatkan seorang bocah 14 tahun. Detail kecil itu kini menjadi sorotan besar.
Italia harus mengubur mimpi mereka setelah kalah 1-4 dalam adu penalti di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026. Hasil ini menutup perjalanan Azzurri setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit, termasuk babak perpanjangan waktu.
Dalam pertandingan itu, Moise Kean sempat membuka harapan Italia. Namun, Haris Tabakovic, mencetak gol penyeimbang 11 menit sebelum waktu normal berakhir.
BACA JUGA
Krisis Timnas Italia: 3 Pelatih, 3 Kegagalan Beruntun Lolos ke Piala Dunia
Italia Gagal Lagi! Disingkirkan Bosnia, Absen di Piala Dunia Tiga Kali Beruntun
Lengkap! Daftar 48 Kontestan Piala Dunia 2026, RD Kongo Ukir Sejarah
Ketika laga berlanjut adu penalti, Kiper Italia, Gianluigi Donnarumma terlihat kehilangan kendali emosi di tengah tekanan.
Donnarumma menumpahkan kemarahannya kepada penjaga gawang Bosnia, Nikola Vasilj, karena menduga catatan pentingnya telah dicuri.
Kiper berusia 27 tahun itu memang dikenal membawa “contekan” berisi kebiasaan penendang lawan. Strategi ini kerap membantunya dalam situasi adu penalti.
Namun, pada malam itu di Zenica, strategi tersebut justru menjadi sumber frustrasi.
Alhasil, Donnarumma berupaya merobek catatan milik sang kiper Bosnia-Herzegovina. Namun, ternyata contekan Donnarumma yang ditaruh di bawah handuk tak dicuri Vasilj.
Fakta mengejutkan kemudian terungkap. Seorang anak gawang berusia 14 tahun mengaku menjadi sosok di balik hilangnya catatan tersebut.
“Saya melihat ada sesuatu di dekat handuk dan langsung menyadari apa itu," ujar bocah yang menurut laporan Corriere dello Sport disebut bernama Afan Cizmic.
Afan Cizmic bukan sekadar anak gawang biasa. Ia merupakan pemain muda yang tengah menimba ilmu di akademi NK Celik.
"Saya mengambil dan menyembunyikannya. Di situ ada semua informasi tentang pemain kami, dan tanpa daftar itu, Donnarumma harus mengandalkan instingnya,” katanya.
Tanpa catatan itu, Donnarumma yang biasanya tampil dominan dalam adu penalti tak mampu melakukan satu pun penyelamatan. Italia runtuh, sementara Bosnia melenggang dengan penuh euforia.
Pengakuan Cizmic memicu perdebatan luas. Bagi pendukung Italia, tindakan itu jelas tidak sportif. Namun di Bosnia, kisah ini justru berubah menjadi legenda kecil, simbol kecerdikan di tengah tekanan besar pertandingan.
Sepak Bola memang kerap menghadirkan drama di luar dugaan. Di Zenica, hasil bukan hanya ditentukan kaki para pemain, tetapi juga keputusan spontan seorang remaja, yang tanpa disadari, mengubah arah sejarah pertandingan.










