Hasil Tur Eropa Jadi Modal Berharga Tunggal Putri Indonesia di BAC 2026
Rabu, 1 April 2026 | 17:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-PBSI
Putri Kusuma Wardani bersiap menuju Kejuaraan Asia (BAC) 2026 di Ningbo Olympic Sports Center, China pada 7–12 April. Tunggal Putri Indonesia itu menjadikan pencapaiannya di Super 300 Swiss Open dan Super 1000 All England sebagai modal berharga untuk meraih hasil terbaik.
Di ajang Super 300 Swiss Open (10-15 Maret), Putri melaju hingga final. Sementara di Super 1000 All England (3-8 Maret) langkahnya terhenti di Perempat Final.
“Bersyukur bisa naik podium di Swiss walaupun masih di posisi kedua. Tapi memang masih banyak kekurangan, terutama di final karena menurut saya permainan saya belum bisa keluar sepenuhnya dan lawan juga bermain sangat baik,” ujar Putri di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.
BACA JUGA
PBSI Bedah Performa Tim Bulu Tangkis di BATC 2026, Fokus Total Menuju Thomas dan Uber
Alwi Farhan dan Raymond/Joaquin Jadi Tumpuan Indonesia di Final Indonesia Masters 2026
Kabut Asap dan Suhu Dingin Bayangi India Open 2026, BWF Akui Kendala Kualitas Udara
Di Final Swiss Open 2026, Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand Supanida Katethong. Ia kalah dua gim langsung 11-21, 15-21.
Kekalahan itu menjadi cermin bahwa mencapai final saja belum cukup tanpa performa terbaik di momen penentuan.
Sementara di All England, langkah Putri dihentikan pemain nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se Young, 11-21, 14-21.
Namun alih-alih melihatnya sebagai kegagalan, Putri justru menempatkan pengalaman itu sebagai bagian dari proses.
“Di All England juga cukup senang bisa sampai perempat final. Walaupun kalah lagi, saya banyak belajar dari pertandingan itu,” katanya.
Kini, fokusnya bergeser, bukan semata hasil akhir, melainkan bagaimana tampil di lapangan.
“Ke depan kalau misalnya terjadi lagi situasi seperti itu, saya tidak mau terlalu memikirkan menang atau kalah. Yang penting saya bisa mengeluarkan semua permainan saya. Kalau permainan bisa keluar, biasanya pertandingan juga jadi lebih enak,” kata Putri.
Tantangan di BAC 2026 jelas tidak ringan. Persaingan di level Asia selalu menghadirkan kedalaman kualitas merata. Setiap lawan adalah ujian berbeda.
“Kalau di Asia pemainnya banyak yang bagus, jadi saya harus bisa tampil lebih baik dibandingkan pertandingan sebelumnya,” katanya.
Catatan masa lalu juga menjadi pengingat. Dalam tiga penampilan terakhir di Kejuaraan Asia, Putri selalu tersingkir di babak pertama.
Pada edisi terakhir, ia kalah dari unggulan pertama asal China, Wang Zhiyi, lewat tiga gim 22-20, 16-21, 12-21.
Namun bagi Putri, statistik itu bukan beban, melainkan bahan bakar.
“Ya nanti dibuktikan saja di lapangan. Itu jadi tantangan buat saya supaya bisa tampil lebih baik,” pungkasnya.










