ID EN

Juara GP China, Kimi Antonelli Tetap Membumi dan Fokus Musim 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:00

Penulis: Arif S

\Andrea Kimi Antonelli
Pembalap tim Formula 1 Mercedes, Andrea Kimi Antonelli.
Sumber: Formula 1

Sorotan dunia balapan kini tertuju pada pembalap muda Andrea Kimi Antonelli menjuarai GP China 2026. Kemenangan itu tak hanya mengukuhkan potensinya bersama Mercedes AMG Petronas Formula One Team, tetapi juga menempatkannya sebagai pembalap termuda kedua dalam sejarah yang memenangi balapan Formula 1.

Rekor pembalap termuda masih dipegang Max Verstappen, sementara rekor juara dunia termuda milik Sebastian Vettel.

Di tengah lonjakan popularitas dan perubahan besar dalam kehidupannya, Antonelli memilih tetap berpijak pada tujuan utama.

"Kehidupan saya di luar balapan berubah dan saya menikmatinya. Namun, saya harus tetap membumi," ujar Antonelli, dikutip dari laman Formula 1, Jumat.

Pembalap berusia 19 tahun itu menyadari kesuksesan instan bisa menjadi distraksi besar, terutama di fase awal kariernya. 

Ia menilai situasinya saat ini sangat berpotensi mengalihkan fokus dari target jangka panjang.

Alih-alih larut dalam euforia kemenangan, Antonelli justru menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras. 

Ia memahami konsistensi adalah kunci untuk bersaing di level tertinggi Formula 1, terlebih musim masih panjang dengan 20 seri tersisa.

Antonelli kini membidik gelar juara dunia musim 2026, target yang menuntut performa stabil di setiap seri balapan.

"Saya ingin terlibat dalam pertarungan karena saat ini kami mempunyai mobil dan peluang yang bagus. Saya memang kurang pengalaman, karena ini baru musim kedua saya di Formula 1, tetapi saya akan terus mencoba," katanya.

Pernyataan tersebut mencerminkan mentalitas kompetitif sekaligus kesadaran akan keterbatasan pengalaman yang dimilikinya. Meski demikian, Antonelli tetap optimistis mampu bersaing dengan para pembalap papan atas.

Saat ini, ia berada di posisi kedua klasemen sementara dengan 47 poin, tepat di bawah rekan setimnya George Russell dengan 51 poin. Duel internal di tim Mercedes berpotensi menjadi salah satu cerita utama musim ini.

Performa impresif Antonelli sudah terlihat sejak awal musim. Ia finis kedua di GP Australia sebelum akhirnya meraih kemenangan di GP China.

Kini, fokus Antonelli beralih ke seri berikutnya di Jepang. Ia menegaskan kesiapan untuk menghadapi segala kemungkinan di lintasan, sekaligus menjaga momentum positif yang sudah dibangun sejak awal musim.

"Semoga saya bisa menorehkan sesuatu yang bagus akhir pekan ini," harapnya.