Ambisi Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2031 Tertunda, Ini Penyebabnya
Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Ardika
Keputusan mendadak Konfederasi Sepak Bola Asia menghentikan proses bidding Tuan Rumah Piala Asia AFC 2031 dan 2035 mengubah peta persaingan. Indonesia menjadi salah satu peserta bidding tuan rumah turnamen paling prestisius di kawasan Asia tersebut.
Dikutip dari laman resminya, AFC menyebut kebijakan itu diambil karena FIFA meminta pelaksanaan Piala Asia dilakukan pada tahun genap.
"AFC mengikuti arahan itu dan akan menyesuaikan kompetisi sesuai dengan petunjuk tersebut," tulis AFC.
BACA JUGA
Indonesia Tantang Raksasa Asia dalam Bidding Tuan Rumah Piala Asia 2031
AFC Nations League, Solusi Pertandingan Berkualitas untuk Tim Nasional Asia
Langkah ini bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan juga membuka fase evaluasi menyeluruh terhadap kalender kompetisi Asia yang selama ini berjalan dengan pola berbeda.
AFC memastikan mereka dalam proses meninjau secara lengkap dampak akibat perubahan tersebut.
Karena itu, AFC memutuskan untuk menghentikan proses bidding tuan rumah Piala Asia 2031 dan 2035 agar prosesnya lebih terstruktur.
"Kami ingin supaya semuanya lebih jelas dan terstruktur," tulis AFC.
Keputusan ini sekaligus menghentikan sementara ambisi sejumlah negara yang telah masuk dalam daftar kandidat.
Indonesia sebelumnya bersaing dengan Australia, India, Korea Selatan, Kuwait, serta proposal gabungan Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan untuk edisi 2031.
AFC berterima kasih kepada federasi yang sudah mengajukan diri menjadi tuan rumah.
"Rincian lanjutan soal kalender kompetisi yang sudah direvisi, termasuk tentang informasi peluang penawaran (tuan rumah) pada masa mendatang akan diumumkan kemudian," tulis AFC.
Untuk edisi 2035, minat datang dari Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Kuwait, menandakan tingginya daya tarik Piala Asia sebagai panggung utama sepak bola di benua tersebut.










