Bromo in Wonderlight, Cara Baru Menikmati Gunung Bromo Lewat Musik dan Budaya
Minggu, 17 Mei 2026 | 19:00
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: AntaraNews
Gunung Bromo memang selalu identik dengan panorama sunrise dan hamparan lautan pasir yang memukau. Namun kini, Destinasi Wisata favorit di Jawa Timur itu menghadirkan pengalaman berbeda bagi para traveler lewat gelaran Bromo Sunset Music and Culture bertema “Bromo in Wonderlight”.
Acara yang digelar di Seruni Point pada Sabtu, 16 Mei 2026, malam itu menghadirkan perpaduan seni, budaya, dan suasana pegunungan yang magis. Kabut tipis, udara dingin khas Bromo, serta cahaya lampu yang menyinari amphitheater menciptakan pengalaman wisata yang terasa lebih hidup dan berkesan.
Bukan sekadar pertunjukan hiburan, event ini juga menjadi ruang kreatif bagi pelaku seni dan Ekonomi Kreatif lokal untuk menunjukkan karya terbaik mereka kepada wisatawan.
BACA JUGA
Bromo Tambah Kuota Wisata Lebaran, Catat Jadwal dan Atur Strategi
Wisata Bromo Ditutup Sementara, Ini Imbauan Penting untuk Wisatawan
Gunung Bromo Ditutup Sementara, Ini Jadwal dan Alasannya
"Kegiatan itu menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif untuk menampilkan karya terbaik mereka di kawasan wisata Bromo," kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi.
Bromo yang Berbeda Saat Malam Hari
Jika biasanya wisatawan datang ke Bromo untuk berburu matahari terbit, kali ini suasana senja hingga malam justru menjadi daya tarik utama.
Amphitheater Seruni Point berubah menjadi panggung budaya terbuka dengan latar pegunungan yang eksotis. Udara sejuk khas dataran tinggi berpadu dengan alunan musik dan pertunjukan seni tradisional menciptakan atmosfer yang sulit ditemukan di destinasi wisata lain.
Beragam pertunjukan ditampilkan dalam acara tersebut, mulai dari musik, tari tradisional, pantomim, hingga pencak silat seni tunggal.
Beberapa komunitas seni yang turut meramaikan acara di antaranya komunitas pantomim Remime Remind Your Imagination, Vaizh and Friends, Ayu Kindi Nasya dengan pencak silat seni tunggal, serta Ayodya Bahuwarna Dance Studio.
"Melalui kegiatan itu, kami ingin memberikan ruang ekspresi bagi para pelaku seni, budaya dan ekonomi kreatif Kabupaten Probolinggo agar dapat tampil dan dikenal lebih luas oleh masyarakat maupun wisatawan," katanya.
Wisata Alam dan Budaya dalam Satu Pengalaman
Bromo in Wonderlight menghadirkan konsep wisata yang tidak hanya fokus pada keindahan alam, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para pengunjung.
Traveler tidak hanya disuguhi panorama Gunung Bromo yang menawan, tetapi juga diajak menikmati kreativitas Generasi Muda Kabupaten Probolinggo yang tampil melalui berbagai pertunjukan seni.
Keberagaman penampilan yang ditampilkan memperlihatkan bahwa kawasan Bromo memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.
"Kami berharap Bromo Sunset Music and Culture tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis seni dan budaya di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Selain menjadi hiburan bagi wisatawan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat lokal.
Daya Tarik Baru Wisata Bromo
Selama ini, Wisata Gunung Bromo dikenal lewat sunrise di Penanjakan, Bukit Teletubbies, hingga kawah aktifnya yang legendaris. Namun hadirnya event seperti Bromo in Wonderlight menjadi warna baru dalam pengembangan pariwisata kawasan tersebut.
Festival seni dan budaya seperti ini dinilai mampu membuat wisatawan bertahan lebih lama di kawasan Bromo sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku UMKM, komunitas seni, hingga pengusaha lokal.
"Sinergi antara seni, budaya dan pariwisata diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat lokal,” ujar Heri.
Dengan suasana alam yang dramatis dan sentuhan seni budaya lokal, Bromo kini bukan hanya tempat untuk menikmati matahari terbit, tetapi juga destinasi untuk merasakan pengalaman wisata yang lebih emosional dan autentik.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!