JIS Simbol Masa Depan Jakarta, Terintegrasi Kawasan Wisata Ancol dan Tanjung Priok
Selasa, 3 Maret 2026 | 16:28
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-Jakpro
Jakarta International Stadium (JIS) diproyeksikan menjadi simbol masa depan Jakarta. Stadion bertaraf internasional ini berada di lokasi strategis, berdekatan dengan kawasan Wisata Ancol dan aktivitas ekonomi di Pelabuhan Tanjung Priok.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan keyakinannya terhadap masa depan kawasan tersebut.
“Saya meyakini bahwa masa depan Jakarta ada di tempat ini,” ujarnya saat membuka JIS Ramadhan Festival 2026 di Jakarta.
BACA JUGA
Hari Pertama 2026 Jadi Puncak Kunjungan Ancol, Pantai Utara Jakarta Dipadati Wisatawan
Surga Dekat Jakarta, Ini Alasan Pulau Tidung Selalu Jadi Pilihan Liburan Kilat
Jakarta Kota Terpadat di Dunia, Laporan PBB Ungkap Fakta Mengejutkan
Menurutnya, lokasi JIS sangat vital karena berada di simpul hiburan, ekonomi, dan infrastruktur Jakarta Utara.
Integrasi kawasan menjadi kunci agar stadion tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem perkotaan yang saling terhubung.
Integrasi JIS dan Ancol untuk Atasi Kemacetan
Salah satu persoalan utama setiap kali JIS menggelar pertandingan Sepak Bola atau konser musik adalah kemacetan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro) membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan stadion dengan Ancol.
Dengan adanya JPO, penonton dapat memarkir kendaraan di kawasan Ancol yang memiliki kapasitas besar.
Skema ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar stadion saat event besar berlangsung.
“Ini akan menjadi solusi bagi kemacetan yang kerap terjadi ketika ada event di stadion ini,” katanya.
Selain akses kendaraan pribadi, Transportasi Publik juga menjadi perhatian. Nantinya akan dibangun stasiun KRL khusus di bawah stadion yang terhubung dengan stasiun lainnya di pusat kota.
Infrastruktur ini dirancang untuk melayani penonton dari berbagai penjuru Jakarta.
Filosofi Betawi dalam Desain Modern
Jakpro mengatakan pembangunan JPO JIS-Ancol mengusung filosofi kearifan lokal Betawi, terinspirasi dari ikat kepala khas Betawi.
“JPO JIS-Ancol terinspirasi dari ikat kepala khas Betawi yang melambangkan persatuan, ornamen Gigi Balang sebagai simbol kejujuran dan keberanian, serta corak loreng macan yang merepresentasikan kekuatan,” kata Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin.
Pendekatan ini disebut untuk memastikan harmoni visual kawasan sekaligus menegaskan identitas Jakarta sebagai kota global yang modern, namun tetap berakar pada nilai lokal.
“Desain JPO JIS-Ancol mengadopsi elemen visual utama stadion, menciptakan aliran ruang yang menyatu dari area JIS hingga pesisir Ancol,” katanya.
Pada malam hari, JPO akan dilengkapi sistem pencahayaan terintegrasi dengan lampu stadion, menghadirkan lanskap visual ikonik di utara Jakarta.
Stadion Multifungsi untuk Warga Jakarta
Pramono menegaskan JIS dibangun bukan hanya untuk pertandingan sepak bola, tetapi juga konser dan hiburan berskala internasional.
“JIS merupakan kebanggaan dan stadion bertaraf internasional yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh warga Jakarta,” katanya.
Dengan kedekatannya ke Ancol dan Tanjung Priok, JIS diproyeksikan menjadi pusat kegiatan olahraga, hiburan, dan ekonomi. Integrasi kawasan ini diharapkan menjadikan Jakarta Utara sebagai poros baru pertumbuhan kota.***










