Liburan Dua Negara Sehari? Kereta Malaysia-Singapura Beroperasi Desember 2026
Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:58
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Ketika jarak dua negara bisa ditempuh dalam waktu singkat, batas geografis terasa seperti ilusi. Pada akhir 2026, perjalanan lintas batas Johor Bahru - Singapura akan berubah drastis. Kehadiran Rapid Transit System (RTS) Link dirancang memangkas waktu tempuh menjadi hanya lima menit.
Dilansir dari CNA, Kereta Rapid Transit System (RTS) Link dirancang untuk mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas Johor Bharu, Malaysia, dengan Singapura.
Selama ini Johor yang identik dengan antrean kendaraan di perbatasan. Proyek ini menawarkan pengalaman baru menyeberang negara secepat menunggu lampu lalu lintas berubah hijau.
BACA JUGA
Liburan Murah Naik Kereta Lokal, Nikmati View Keren Cuma Rp2.000
Cara Kereta Cepat Arab Saudi Ajak Pelancong Gunakan Transportasi Bebas Macet Madinah-Jeddah
10 Kereta Masa Depan: Ketika Perjalanan Supercepat Menjadi Pengalaman Wisata Baru
Kereta akan berangkat dari Stasiun MRT Woodlands North menuju Bukit Chagar di Johor Bahru dan sebaliknya, dengan interval (headway) paling singkat selama 3,6 menit.
Pernyataan pers bersama dari Kementerian Transportasi Singapura dan Malaysia menyebut sebanyak delapan rangkaian disiapkan beroperasi pada Desember 2026.
Bagi pelancong, lima menit bukan sekadar angka. Ini bisa berarti sarapan laksa di Singapura dan makan siang seafood di Johor tanpa perlu merencanakan perjalanan berjam-jam.
Dikutip Time Out, kereta pertama akan berangkat dari masing-masing stasiun pada pukul 06.00, sedangkan kereta terakhir pukul 00.000 setiap harinya. Jadwal ini memberi keleluasaan wisatawan yang ingin menikmati malam di dua kota berbeda dalam satu hari.
Di atas Selat Johor, jembatan rel yang menghubungkan Bukit Chagar dan Woodlands North akan menjadi ikon baru Mobilitas Asia Tenggara.
Setiap kereta mampu mengangkut lebih dari 600 penumpang per perjalanan dengan kapasitas maksimum 10.000 penumpang per jam per arah.
Angka ini bukan hanya statistik transportasi, melainkan janji berkurangnya kepadatan kendaraan yang selama ini menjadi tantangan lintas batas kedua negara.
Meski waktu tempuh dipangkas drastis, prosedur lintas negara tetap berlaku. Penumpang akan melewati pemeriksaan imigrasi layaknya berkunjung ke negara lain.
Sekitar 100 gerbang masuk elektronik berbasis AI akan ditempatkan di stasiun untuk mempercepat pemeriksaan imigrasi hanya dalam tujuh detik.
Akan ada juga 10 jalur pemeriksaan keamanan, 18 pemindai bagasi, dan jalur khusus untuk mereka yang bepergian tanpa membawa bagasi.
Dari perspektif wisata, RTS Link menghadirkan perjalanan harian lintas negara, praktis dan terjangkau.
Setelah beroperasi selama enam bulan, rute ini disiapkan sebagai pengganti layanan KTM Shuttle Tebrau rute Woodlands Checkpoint - JB Sentral pada Juni 2027 mendatang.
Penumpang Kereta Cepat Malaysia-Singapura dikenakan tarif 5-7 dolar Singapura atau sekitar Rp66.000 - Rp92.000-an sekali jalan.
Namun, tarif ini belum ditetapkan secara resmi hingga tahap final pada paruh kedua tahun 2026.
Dibandingkan biaya bepergian menggunakan mobil yang bisa mencapai 50 dolar Singapura atau sekitar Rp662.000-an per hari, perjalanan rel ini jauh lebih ekonomis, sekaligus membuka peluang wisata lintas batas bagi lebih banyak orang.
Ketika Malaysia - Singapura hanya butuh lima menit, perjalanan bukan lagi soal jarak, melainkan pilihan pengalaman.
Di ujung rel, dua budaya, dua lanskap kota, dan dua denyut kehidupan menunggu untuk dijelajahi.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!