ID EN

Festival Bedug 2026 Jakarta Selatan Jadi Daya Tarik Wisata Ramadhan

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:08

Penulis: Arif S

Festival Bedug 2026
Festival Bedug 2026 di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa 24 Februari 2026.
Sumber: Pemprov DKI Jakarta.

Suara bedug menggema di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, menghadirkan ritme bukan sekadar penanda waktu berbuka, tetapi juga denyut kebudayaan yang hidup. Festival Bedug 2026 menjadi ruang perjumpaan tradisi, kreativitas, dan semangat Ramadhan, sekaligus daya tarik wisata masyarakat ibu kota.

Diselenggarakan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, festival ini menghadirkan 10 tim yang menampilkan tradisi budaya masyarakat dalam balutan kompetisi seni tabuh bedug. 

Di tengah suasana Ramadhan syahdu, dentuman bedug menjadi magnet yang mengundang warga untuk berkumpul, menyaksikan, dan merayakan Warisan Budaya Betawi.

"Festival Bedug menjadi momentum penting dalam menjaga tradisi budaya masyarakat," kata Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthadho dalam Festival Bedug 2026 di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, sebagai daya tarik wisata masyarakat selama Ramadhan. 

Tradisi yang biasanya hadir di masjid dan mushola kini tampil dalam format festival terbuka, menghadirkan Pengalaman Budaya lebih luas.

Wisata Ramadhan Berbasis Tradisi

Ali menekankan festival ini bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembinaan generasi muda agar terhindar dari perilaku negatif, seperti tawuran.

Ia berharap konsep Festival Bedug dapat diperluas, tidak hanya di tingkat kelurahan, kecamatan, kota, maupun provinsi, tetapi juga digelar di lingkungan masyarakat.

"Semoga Festival Bedug ini menjadi bagian dari syiar Ramadhan dan membawa keberkahan bagi kita semua," tutur Ali.

Melestarikan Identitas Budaya Betawi

Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan Encu Suhani mengatakan Festival Bedug 2026 diselenggarakan sebagai wadah aktualisasi bakat dan kreativitas pencinta seni tabuh bedug.

Kegiatan ini juga bertujuan melestarikan seni budaya, khususnya tradisi menabuh bedug, membina serta mengembangkan keterampilan pelaku seni, dan menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat serta kerja sama antarpeserta.

"Peserta berasal dari masing-masing kecamatan, dengan satu tim per kecamatan, sehingga total terdapat 10 tim. Penilaian meliputi pola dasar permainan bedug, teknik vokal, makharijul huruf, kreativitas, serta penampilan secara keseluruhan," papar Encu.

Juara 1, 2, dan 3 pada festival tingkat kota itu akan mewakili Jakarta Selatan dalam lomba serupa di tingkat Provinsi DKI Jakarta pada Maret 2026.

Pemenang di tingkat kota akan mendapatkan piagam penghargaan, trofi, serta uang pembinaan sebesar Rp12.500.000 untuk juara 1, juara 2 Rp10.000.000, dan juara 3 Rp8.500.000. ''

Selanjutnya, juara harapan 1 mendapatkan uang pembinaan Rp7.500.000 dan juara harapan 2 Rp6.500.000.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!