ID EN

Efek Lionel Messi Dongkrak Inter Miami Jadi Klub Termahal MLS, Valuasi Tembus Rp23,4 Triliun

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:19

Penulis: Arif S

Lionel Messi di FIFA Club World Cup 2025
Lionel Messi di FIFA Club World Cup 2025.
Sumber: Antara/Xinhua/Huang Zongzhi

Efek megabintang Argentina, Lionel Messi, tidak hanya terasa di lapangan tetapi juga dalam meningkatkan valuasi klub. Inter Miami CF mencetak sejarah sebagai klub dengan valuasi tertinggi di Major League Soccer (MLS). Klub milik David Beckham itu mengambil alih posisi puncak dari LAFC dengan valuasi 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp23,4 triliun.

Lonjakan tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Sebelum Messi mendarat di Florida, Inter Miami hanya memiliki valuasi sekitar 585 juta dolar AS. Kedatangan La Pulga menjadi titik balik yang mengubah wajah klub, baik secara komersial maupun popularitas global.

Dilansir dari Zingnews, di bawah Inter Miami, daftar lima besar klub MLS termahal dihuni LA Galaxy dengan nilai 1,17 miliar dolar AS, disusul Atlanta United senilai 1,14 miliar dolar AS, dan New York City FC di angka 1,12 miliar dolar AS.

Secara keseluruhan, nilai gabungan 30 klub MLS kini menembus 23 miliar dolar AS. Rata-rata valuasi setiap tim mencapai 767 juta dolar AS, melonjak sekitar 39 persen dibandingkan tahun 2021. Namun, tidak ada klub yang mengalami akselerasi secepat Inter Miami.

Kehadiran Messi membawa efek domino. Penjualan tiket melonjak, merchandise ludes, sponsor global berdatangan, dan eksposur internasional MLS meningkat drastis. 

Inter Miami bukan lagi sekadar klub ekspansi, melainkan wajah baru liga di mata dunia.

Pendapatan Inter Miami bahkan diperkirakan meningkat hingga 75 persen dan berpotensi menyentuh angka 250 juta dolar AS pada 2026. 

Capaian ini menjadi rekor baru yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah MLS.

Namun, pertumbuhan eksplosif ini juga memunculkan pertanyaan tentang keseimbangan kompetisi. 

Saat ini, Valuasi Inter Miami tercatat sekitar 3,4 kali lipat dibandingkan CF Montreal yang hanya berada di kisaran 480 juta dolar AS.

Kesenjangan tersebut semakin kontras jika melihat struktur pendapatan liga. Setiap klub MLS rata-rata hanya menerima sekitar 5 juta dolar AS bersih dari hak siar televisi.

Angka ini tertinggal jauh dibandingkan liga olahraga Amerika Serikat lain seperti NHL, di mana klub bisa mengantongi hingga 40 juta dolar AS.

Di sisi lain, sejumlah klub MLS masih menghadapi tantangan kepemilikan dan investasi. Vancouver Whitecaps dan San Jose Earthquakes dilaporkan mengalami kesulitan mencari investor baru.

CEO Vancouver Whitecaps, Axel Schuster, mengungkapkan meski banyak kelompok investor menunjukkan minat, belum ada yang benar-benar siap mengambil alih kepemilikan saham.

Musim MLS dijadwalkan dimulai pada 22 Februari 2026. Inter Miami akan memasuki kompetisi sebagai juara bertahan, dengan sorotan global.

Kini sorotan ke Inter Miami tidak hanya tertuju pada performa di lapangan, tetapi juga bagaimana klub ini menjadi simbol era baru bisnis Sepak Bola Amerika.

Efek Messi telah mengubah lanskap MLS. Dari klub bernilai setengah miliar dolar menjadi raksasa 1,4 miliar dolar, Inter Miami kini berdiri sebagai bukti bahwa satu nama besar dapat mengakselerasi transformasi sebuah liga.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!