ID EN

Jembrana Kembangkan Wisata Arung Sungai, Sungai Gelar Jadi Andalan Petualangan

Sabtu, 7 Februari 2026 | 14:13

Penulis: Arif S

Wisata arung jeram di Jembrana, Bali
Wisata arung jeram di Jembrana, Bali.
Sumber: Antara/HO-Humas Pemkab Jembrana

Arus sungai dan bentang alam menjadi daya tarik baru di Kabupaten Jembrana, bali. Di Pulau Dewata, wisata tak hanya tentang pantai dan matahari terbenam, tetapi juga petualangan menyatu dengan alam, seperti arung sungai di Desa Batu Agung.

Pemerintah Kabupaten Jembrana mendukung kelompok masyarakat maupun pihak swasta untuk mengembangkan Wisata Arung Sungai

Dukungan ini disampaikan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat mencoba aktivitas arung sungai di Sungai Gelar, Jumat.

Menurut Kembang, Sungai Gelar menyimpan potensi besar sebagai destinasi Wisata Petualangan

Karakter alur sungai yang dinamis berpadu dengan lanskap alami. Kombinasi seperti ini jarang ditemukan di Bali bagian barat.

"Sungai Gelar yang melintasi Desa Batu Agung ini potensial menjadi objek Wisata Petualangan. Alur dan arusnya menantang, namun indah," ujar Kembang.

Ia menilai, panorama alami di sepanjang sungai bukan hanya menawarkan adrenalin, tetapi juga ruang relaksasi bagi wisatawan yang menyukai pengalaman petualangan di alam terbuka. 

Konsep ini sejalan dengan arah pengembangan Pariwisata Berkelanjutan.

Kembang menegaskan Jembrana perlu memaksimalkan kekayaan alamnya sebagai daya tarik wisata ramah lingkungan, tanpa mengorbankan keseimbangan ekosistem.

> "Cukup banyak potensi Wisata Alam yang ramah lingkungan di Jembrana. Bisa dikembangkan bersama-sama ANTARA pihak swasta dan masyarakat lokal," katanya.

Ia menambahkan, geliat Pariwisata berbasis alam akan memberikan dampak langsung bagi warga sekitar. 

Ketika destinasi ramai dikunjungi, perputaran ekonomi lokal ikut bergerak, mulai dari jasa pemandu hingga usaha pendukung lainnya.

Di lapangan, pengelola Wisata Arung Sungai Sungai Gelar menekankan, pengalaman petualangan menjadi nilai utama. 

Ida Bagus Dewangkasa, selaku pengelola, menyebut jalur sungai menawarkan tantangan alami yang khas.

Selain arus sungai bervariasi, wisatawan juga akan dihadapkan pada batu-batu besar yang tersebar di sepanjang lintasan, menjadikan setiap perjalanan berbeda dan penuh kejutan.

Pengelolaan wisata ini dilakukan secara kolaboratif dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gelar, serta desa adat setempat. Model kerja sama ini menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama.

Dengan tiket Rp100 ribu, wisatawan mendapatkan fasilitas lengkap berupa perlengkapan keselamatan berstandar internasional, asuransi, serta pendampingan dari pemandu profesional.

"Kami juga menyediakan kendaraan untuk menjemput wisatawan yang menginap di Jembrana dan ingin berwisata kemari," katanya.

Lewat pengembangan arung sungai Sungai Gelar, Jembrana perlahan membangun identitas baru sebagai destinasi petualangan berkelanjutan.