Terungkap, Rahasia Iran Menjadi Raja Futsal Asia dengan Raihan 13 Gelar dari 17 Edisi
Rabu, 4 Februari 2026 | 22:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Zaro Ezza Syachniar
Iran tidak menjadi Raja Futsal Asia secara kebetulan. Dominasi itu dibangun dari disiplin, fokus ekstrem, dan keberanian melakukan regenerasi, bahkan ketika status juara masih melekat erat.
Pelatih Timnas Futsal Iran Vahid Shamsaee membuka sedikit rahasia di balik kekuatan timnya, yang kini telah mengoleksi 13 gelar juara Piala Asia Futsal dari 17 edisi sejak 1999 di Malaysia.
Pernyataan itu ia sampaikan menjelang laga semifinal Piala Asia Futsal 2026 menghadapi Irak di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis 5 Februari 2025.
BACA JUGA
Mimpi Juara Piala Asia 2026 Kandas, Timnas Futsal Indonesia Kalah Dramatis dari Iran
Sejarah Tercipta, Timnas Futsal Indonesia Tantang Iran di Final Piala Asia 2026
Nyaris Juara Asia, Souto Soroti PR Besar Futsal Indonesia
"Ketika kami melaju ke turnamen kami mencoba fokus dan konsentrasi untuk mengerahkan yang terbaik dan meminimalisasi kesalahan," ujar Shamsaee saat jumpa pers pra-pertandingan di Indonesia Arena, Rabu 4 Februari 2026.
Bagi pelatih 50 tahun itu, futsal Asia tak lagi memberi ruang untuk lengah. Setiap pertandingan adalah ujian konsentrasi, karena seluruh peserta datang dengan kualitas terbaik yang mereka miliki.
"Olahraga ini mengajarkan kami banyak pelajaran. Kami tidak boleh bermain-main karena para peserta mengeluarkan kemampuan terbaik mereka," tambahnya.
Menariknya, Iran datang ke Piala Asia Futsal 2026 bukan dengan wajah lama. Pada jumpa pers sebelum turnamen dimulai, Shamsaee menegaskan dirinya membawa tim berbeda dari skuad yang menjuarai Piala Asia Futsal 2024 dan tampil di Piala Dunia Futsal 2024.
Ia melakukan banyak perubahan, namun hasilnya justru menegaskan kedalaman sistem futsal Iran. Hingga babak semifinal, Iran tampil sempurna dengan empat kemenangan beruntun.
Mereka mengawali turnamen dengan kemenangan 4-1 atas Malaysia, lalu 2-0 atas Arab Saudi, dan menutup fase grup dengan menekuk Afganistan 5-2.
Dominasi berlanjut di Perempat Final ketika Iran mengandaskan perlawanan Uzbekistan 7-4, laga yang kembali menunjukkan karakter menyerang khas Iran.
"Waktu berjalan cepat, rasanya baru kemarin kami kick off tapi sekarang sudah semifinal," kata pelatih kelahiran Tehran tersebut.
Meski status favorit melekat kuat, Iran tetap menjaga sikap. Irak dipandang sebagai lawan yang layak dihormati, bukan sekadar batu loncatan menuju final.
"Kami berusaha mengerahkan kemampuan terbaik dan menghormati Irak. Mereka sudah menunjukkan kualitas," lanjutnya.
Keyakinan serupa disuarakan Behrooz Azimi sebagai perwakilan pemain. Laga semifinal ini juga menjadi momen spesial bagi Iran.
Untuk pertama kalinya Iran akan bermain di Indonesia Arena, setelah empat pertandingan sebelumnya di Jakarta International Velodrome.
Azimi menegaskan sudah siap melawan Irak yang dinilainya sebagai tim bagus.
"Tapi kami juga sudah bersiap-siap. Kami punya konsentrasi yang baik. Kami siap untuk laga besok," katanya.










