ID EN

Kemang Masuk Kawasan Terkeren di Dunia: Ketika Jaksel Jadi Panggung Gaya Hidup Global

Jumat, 10 Oktober 2025 | 14:00

Penulis: Arif S

Kota Jakarta
Ilustrasi - Salah satu kawasan di Jakarta Selatan menjadi panggung gaya hidup global.
Sumber: Pixabay

Ada yang menarik dari daftar kawasan terkeren dunia yang dirilis majalah gaya hidup internasional TimeOut. Di antara deretan nama seperti Tokyo, London, Paris, hingga New York, muncul satu nama yang begitu akrab bagi warga Jakarta, yaitu Kemang.

Bagi banyak orang, Kemang bukan sekadar wilayah di Jakarta Selatan. Ia adalah simbol gaya hidup urban, tempat di mana budaya lokal bertemu kreativitas global. 

Kawasan yang dulu dikenal sebagai kampung Betawi ini telah berevolusi menjadi salah satu titik paling hidup di ibu kota dan kini, dunia pun mengakuinya.

Menurut TimeOut, Rabu 24 September 2025, selama delapan tahun terakhir mereka mencari kawasan paling keren dari kota-kota besar di dunia. 

Penilaian dilakukan berdasarkan budaya, komunitas, kenyamanan tinggal, kehidupan malam, kehidupan jalanan, rasa kekinian, serta makanan dan minuman.

Mereka menemukan berbagai rupa kawasan. Ada yang mirip desa dengan komunitas erat, ada pusat kota yang direvitalisasi, ada pula lingkungan industri yang kini menjadi distrik kreatif. 

Tahun 2025 ini, Kemang menempati peringkat ke-28 dalam daftar 39 kawasan terkeren versi TimeOut. Kemang mengalahkan Sheung Wan (Hong Kong) dan Mont Kiara (Kuala Lumpur, Malaysia).

Dalam daftar yang dirilis TimeOut, bahkan dipenuhi berbagai kawasan ikonik dunia seperti Jimbocho (Tokyo), Camberwell (London), Avondale (Chicago), Menilmontant (Paris), Nakatsu (Osaka), hingga Little River (Miami). 

Mengapa Kemang?

TimeOut menggambarkan Kemang sebagai kawasan santai dan menyegarkan di selatan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. 

Letaknya strategis, dekat pusat bisnis dan hiburan, tetapi dengan atmosfer yang jauh lebih rileks.

Kemang adalah ruang di mana seni, kuliner, dan komunitas hidup bersama.

Nuansa kreatifnya terasa dari koleksi galeri seni, toko desain, dan butik indie yang tersebar di berbagai sudut. 

Kawasan ini menjadi rumah bagi seniman, ekspatriat, pekerja kreatif, hingga pebisnis muda yang mencari inspirasi.

Bicara kuliner, Jalan Kemang Raya dan Jalan Bangka adalah surga. Saat sore tiba, puluhan kios street food berjajar di trotoar, menyajikan aroma menggoda siapa saja yang melintas. 

Dari makanan tradisional Betawi, hidangan internasional, hingga kafe estetis, semuanya ada di sini.

SCBD mungkin pusat pesta kota, tetapi Kemang menawarkan suasana santai untuk menghabiskan malam. 

Nongkrong di coffee shop, nonton live music di bar kecil, atau sekadar berjalan kaki menikmati suasana jalanan bisa dilakukan di Kemang. 

TimeOut bahkan merekomendasikan cara menghabiskan waktu seharian di Kemang. Artinya, kawasan ini bukan hanya tempat tinggal atau tempat makan, tapi destinasi yang layak dijelajahi layaknya sebuah kota kecil di dalam Jakarta.***