ID EN

'Gak Konek', Cara Kreatif Jakarta Promosikan Wisata dan Budaya Menuju 50 Besar Kota Global

Sabtu, 8 November 2025 | 11:00

Penulis: Arif S

Gala perdana web series 'Gak Konek'
Gala perdana web series 'Gak Konek' di Jakarta, Jumat 7 November 2025.
Sumber: Antara/Abdu Faisal

Jakarta punya cara baru untuk memperkenalkan pesonanya. Bukan lewat brosur wisata atau spanduk jalanan, tapi lewat kisah digital yang dikemas dalam bentuk web series. Kali ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempersembahkan “Gak Konek”, sebuah serial yang menjadikan kebudayaan dan pariwisata lokal sebagai bintang utamanya.

Langkah ini bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari strategi besar Jakarta menuju 50 besar Kota Global pada 2029.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Suharini Eliawati menjelaskan proyek seni seperti “Gak Konek” adalah langkah efektif untuk mengangkat peringkat kota di panggung global.

“Kalau dengan sentuhan teman-teman yang memang artistik, ini bisa lebih tinggi lagi," ujar Suharini saat gala perdana “Gak Konek” di Jakarta, Jumat malam.

Ia menyebut, Jakarta baru saja mencatat kemajuan signifikan dalam Global City Ranking, naik dari peringkat 74 ke 71. 

Target berikutnya masuk 50 besar dunia pada 2029, seperti yang dicanangkan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.

Untuk mencapainya, kata Suharini, pariwisata dan budaya menjadi instrumen penting dalam rencana besar kota. “Ke depan perlu banyak lagi tempat ikonik yang kita gali,” tambahnya.

Dari Pasar Bunga ke Kepulauan Seribu: Inspirasi Tak Berujung

Salah satu contoh yang disebut Suharini adalah Pasar Bunga Rawabelong, pasar bunga terbesar di Asia Tenggara. Ia menilai tempat itu belum banyak dieksplorasi.

“Potensinya harus dikemas menarik melalui sentuhan artistik,” katanya.

Serial “Gak Konek” mengambil latar berbagai ikon wisata Jakarta, mulai dari pesona bahari Kepulauan Seribu, keramaian Ancol, wisata sejarah Kota Tua, hingga hidupnya kawasan perkotaan seperti Monas dan Blok M.

Tak hanya memperlihatkan panorama kota, web series ini juga memperkenalkan karakter dan dinamika kehidupan masyarakat urban Jakarta dalam balutan kisah ringan dan penuh warna.

Dari “Tiba-Tiba Ngeguide” hingga “Gak Konek”

“Gak Konek” bukan proyek perdana dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta.

Sebelumnya, mereka sukses dengan “Tiba-Tiba Ngeguide” (2022) dan “Amnesia Romansa” (2024), dua karya yang juga mempromosikan destinasi lokal lewat pendekatan sinema digital.

Produser Eksekutif Andhika Permata menjelaskan, “Gak Konek” adalah kelanjutan dari komitmen pihaknya untuk meningkatkan minat wisatawan domestik mengunjungi destinasi lokal Jakarta.

Serial ini dijadwalkan tayang di dua platform: RCTI+ pada 10 November dan Catchplay+ pada 20 November 2025.

Suharini menegaskan pentingnya partisipasi publik dalam setiap langkah pengembangan kota.

“Bagi kita, kritik saran itu sangat penting. Kritik adalah vitamin,” pungkasnya.(Antara)

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!