ID EN

Pegolf Indonesia Tembus 10 Besar di Putaran Pertama Indonesia Women’s Open

Minggu, 1 Februari 2026 | 12:03

Penulis: Respaty Gilang

Sania Talitha
Sania Talitha pegolf Indonesia yang tembus 10 besar di di Putaran Pertama Indonesia Women’s Open.
Sumber: IWO

Putaran pertama Indonesia Women’s Open Presented by BTN resmi digelar pada Jumat, 30 Januari 2026, dan berlangsung mulus meski sempat dibayangi kekhawatiran cuaca buruk. Turnamen dengan total hadiah US$600.000 ini memainkan dua jadwal tee, pagi dan siang, dan seluruh rangkaian laga hari pertama dapat diselesaikan tanpa kendala berarti.

Sebanyak 120 pegolf ambil bagian dalam edisi kedua national open wanita Indonesia ini. Dari jumlah tersebut, 29 di antaranya merupakan wakil tuan rumah, terdiri atas 13 pegolf profesional dan 16 amatir. Mereka bersaing dengan deretan pegolf elite dari kawasan Asia-Pasifik.

Cuaca yang bersahabat menjadi keuntungan tersendiri bagi sejumlah pemain, termasuk dua andalan Indonesia. Kristina Natalia Yoko dan pegolf amatir Sania Talitha Wahyudi tampil impresif dan sukses menembus 10 besar Klasemen sementara. Keduanya sama-sama mencatatkan skor 68 atau 4-di bawah-par, menempatkan mereka di posisi T6 bersama sembilan pegolf lainnya.

Bagi Yoko, capaian ini melanjutkan tren positifnya di Indonesia Women’s Open. Pada edisi 2025, ia membuka turnamen dengan skor 69. Tahun ini, pada penampilan keduanya, mantan atlet amatir nasional tersebut mampu meningkatkan performa dengan mencetak tujuh birdie yang terpotong tiga bogey.

“Saya sebenarnya sedikit nervous di awal-awal hole. Apalagi main di negara sendiri, dan juga sering main di sini. Pastinya banyak ekspektasi dari mana-mana. Nervous-nya bahkan masih terasa sampai sekarang sih. Masih gemetaran. Namun, saya terbantu dengan fokus shot by shot saja. Berusaha yang terbaik dari shot by shot. Jadi nggak mikirin mau birdie, mau par, mau apa gitu ya bener-bener fokus," kata Yoko.

“Habis tee off, lalu main second shot. Cuma memang di green, karena di awal-awal hole ada beberapa miss (putt) yang bikin bogey itu. Jadi, setelah banyak mistakes itu, saya dan kedi saya berusaha untuk lebih teliti aja. Dan ternyata it works,” sambungnya.

Sementara itu, Sania Talitha Wahyudi menunjukkan mental kuat meski sempat memulai putaran dengan bogey di hole pertama. Pegolf yang juga merupakan anggota tim nasional SEA Games 2026 tersebut mampu bangkit dan menutup hari dengan lima birdie.

“Di hole pertama, saya salah ngelakuin first shot aja. Enggak lucky aja sih, bolanya jatuh ke rough. Bolanya tenggelam di dalam rough. Jadi, aku enggak bisa attack langsung ke green. Harus di-keluarin dulu, lalu one chip ama two putts gitu. Akhirnya dapat bogey di situ. Untungnya setelah hole itu bisa comeback, bisa dapet birdie 3 hole berturut-turut,” ujar Sania.

Ia menambahkan bahwa konsistensi strategi menjadi kunci permainannya di putaran pertama.

“Jadi, strategi permainan sebenarnya ngikutin apa yang sudah ada ketika aku practice round aja sih. Karena kan lumayan kebantu ya, dapat fasilitas dari Ciputra, jadi lumayan sering turun sini. Jadi, walaupun tee box-nya beda-beda, cuma sudah mulai hafal-lah mau bola placing-nya di mana. Jadi tadi ball placing-nya oke banget, terus pukulannya lumayan solid dan short game-nya juga jalan. Jadi akhirnya bisa bikin 4-under.”

Di puncak klasemen sementara, pegolf Korea Selatan Hwang Yeonseo tampil tanpa cela. Bermain dari grup kelima tee 1, Yeonseo mencetak tujuh birdie tanpa satu pun bogey untuk mengoleksi skor 65 atau 7-di bawah-par. Pegolf profesional sejak 2021 itu langsung memimpin leaderboard putaran pertama.

“Tidak ada kesalahan besar selama putaran hari ini, sehingga saya dapat mempertahankan ritme yang baik sepanjang putaran, sehingga menjadi round yang menyenangkan. Pukulan iron saya akurat. Saya bisa menciptakan banyak peluang birdie dari jarak sekitar dua meter, dan putting pendek saya pun solid, memungkinkan saya untuk membuat banyak birdie,” kata Yeonseo, yang telah mengoleksi dua gelar di KLPGA Dream Tour.

Ia juga menyoroti karakter lapangan BSD Course yang menantang.

“Fairway lapangan BSD Course tidak terlalu sempit, tetapi green-nya kecil, sehingga membuat lapangan ini sedikit menantang. Setiap hole di sini memiliki karakteristik unik sendiri dan memerlukan strategi khusus. Ini yang membuat lapangan ini sangat menarik untuk dimainkan,” tambahnya.

Yeonseo hanya unggul satu pukulan dari pegolf Filipina Dottie Ardina yang berada di posisi kedua. Ardina mencatatkan tujuh birdie dengan satu bogey. Mantan pegolf LPGA yang kini bermain di Epson Tour itu masih berpeluang besar memberi tekanan pada putaran-putaran berikutnya.

Indonesia Women’s Open Presented by BTN tahun ini juga menjadi bagian penting dari kalender Asia-Pacific Circuit (APAC Circuit) Series Tour 2026. Meski menjadi turnamen kedua setelah Taiwan Mobile Ladies Open pada Desember 2025, ajang ini berstatus sebagai pembuka rangkaian APAC Circuit 2026 dan diikuti pegolf elite dari lebih dari 12 negara di kawasan Asia-Pasifik.