ID EN

Manchester United Dibayangi Ancaman Sanksi Selebrasi Kontroversial Cunha dan Cedera Parah Dorgu

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:04

Penulis: Arif S

Selebrasi Matheus Cunha
Selebrasi Matheus Cunha setelah mencetak gol ke gawang Arsenal.
Sumber: Antaranews/X.com/ManUtd

Manchester United meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Arsenal pada akhir pekan lalu, tetapi laga besar tersebut menyisakan dua cerita kontras. Potensi sanksi FA untuk Matheus Cunha dan ancaman absennya Patrick Dorgu dalam waktu panjang akibat cedera.

Cunha menjadi pahlawan kemenangan Setan Merah lewat gol penentu di menit-menit akhir. Namun, selebrasi emosional penyerang asal Brasil itu justru menyeret namanya ke dalam sorotan disipliner Football Association (FA).

Menurut laporan SPORT Illustrated, Cunha melakukan selebrasi dengan bergoyang sebelum mendekat ke kamera siaran langsung dan melontarkan kata-kata kasar, “we’re the f***** biggest”. Ucapan tersebut terdengar jelas dalam tayangan langsung dan segera memicu reaksi luas.

Komentator Sky Sports, Peter Drury, bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada pemirsa. “Bila Anda mendengar kata-kata kasar di antara selebrasi tersebut, untuk itu kami meminta maaf,” ujarnya saat siaran berlangsung.

Hingga kini, FA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, dalam regulasinya, badan sepak bola Inggris itu menilai tindakan sumpah serapah yang “jelas dan disengaja”, terutama bila ditujukan ke kamera, sebagai pelanggaran yang dapat mencoreng citra permainan.

Di tengah menanti keputusan FA soal Cunha, Manchester United juga dihantam kabar buruk lain. Patrick Dorgu terancam menepi sekitar 10 pekan setelah mengalami Cedera Hamstring pada laga melawan Arsenal.

"Patrick Dorgu diperkirakan akan menepi sekitar 10 pekan setelah hasil pemindaian menunjukkan dia mengalami cedera hamstring," demikian laporan dari The Athletic. Cedera itu terjadi ketika pemain berusia 21 tahun tersebut mengejar umpan panjang di babak kedua.

Padahal, Dorgu tampil impresif dengan mencetak gol lewat tendangan setengah voli dari luar kotak penalti. 

Harapan awal bahwa ia hanya mengalami kram pupus setelah pemeriksaan lanjutan menunjukkan masalah yang lebih serius. 

"Durasi pemulihannya masih terus dievaluasi, tetapi cedera tersebut ternyata lebih serius daripada sekadar kram seperti yang sempat diharapkan sebelumnya.”

Absennya Dorgu menjadi kerugian besar bagi United. Di era Ruben Amorim, ia kerap dimainkan sebagai wing-back, tetapi sejak Michael Carrick menjabat manajer interim, pemain asal Denmark itu dipercaya mengisi posisi sayap kiri dan selalu menjadi starter, termasuk saat mencetak gol dalam kemenangan penting atas Manchester City dan Arsenal.

Jika benar harus menepi selama 10 pekan, Dorgu dipastikan melewatkan delapan pertandingan dan baru berpeluang kembali setelah jeda internasional Maret. 

Ia menambah daftar cedera pemain Manchester United, menyusul Matthijs de Ligt yang telah absen panjang sejak awal Desember, di saat klub juga harus menunggu kepastian nasib Cunha di tangan FA.***