Bandung Jadi Destinasi Wisata dengan Pertumbuhan Tercepat Ketiga di Asia
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/M Agung Rajasa
Di antara pegunungan Parahyangan dan denyut kreativitas urban, Bandung menegaskan posisinya di peta pariwisata Asia. Selama ini Bandung dikenal sebagai destinasi akhir pekan favorit Wisatawan Domestik. Kini Bandung menjadi salah satu destinasi dengan pertumbuhan minat Wisatawan Mancanegara tercepat di Asia.
Pencapaian tersebut tercatat dalam laporan tahunan New Horizons yang dirilis platform perjalanan digital Agoda.
Dikutip dari Japan Today, Selasa 27 Januari 2026, Sapa di Vietnam menempati posisi teratas sebagai destinasi dengan pertumbuhan tercepat, disusul Okayama di Jepang.
BACA JUGA
Bandung Percantik 17 Ruas Jalan Ikonik, Menyulap Kota Jadi Galeri Wisata Terbuka
Pulau Jawa Tetap Jadi Magnet Utama Liburan Awal Tahun Wisatawan Domestik
Wisata Jepang Makin Ramai Tapi Traveler Mulai Tinggalkan Rute Tokyo–Kyoto
Bandung berada di posisi berikutnya, menempati peringkat ketiga, diikuti Matsuyama dan Takamatsu di Jepang.
Laporan New Horizons disusun berdasarkan perbandingan data pemesanan akomodasi selama dua tahun terakhir.
Dari analisis tersebut, Agoda mengidentifikasi destinasi yang mencatat lonjakan paling signifikan dalam minat perjalanan internasional di Asia. Bukan sekadar destinasi populer, tetapi juga kota-kota yang menawarkan pengalaman baru di luar jalur wisata utama.
Masuknya Bandung dalam daftar bergengsi ini menegaskan daya tarik kota tersebut di mata wisatawan mancanegara.
Udara sejuk pegunungan, lanskap alam di sekeliling kota, kekayaan kuliner, hingga geliat gaya hidup kreatif berpadu membentuk identitas Bandung sebagai Destinasi Alternatif Indonesia, Bandung menawarkan pengalaman berbeda dari Bali atau Jakarta.
Dalam konteks tren regional, kehadiran Bandung sejajar dengan kota-kota Asia lain yang mulai dilirik pelancong global.
Agoda juga mencatat sejumlah destinasi yang untuk pertama kalinya masuk dalam daftar 100 destinasi terbaik Asia tahun 2025, seperti Ko Phangan dan Ko Tao di Thailand, serta Nagano, Nara, Shizuoka, Kagoshima, dan Aomori di Jepang.
Fenomena ini mencerminkan perubahan preferensi wisatawan mancanegara. Meski negara seperti Thailand dan Jepang tetap menjadi magnet utama, semakin banyak pelancong memilih destinasi yang belum terlalu ramai, tempat di mana pengalaman terasa lebih personal dan autentik.
Direktur Regional Asia Utara Agoda, Jay Lee, menilai destinasi sekunder kini berada di garis depan tren perjalanan global.
“Destinasi yang sebelumnya kurang dikenal kini cepat menjadi pilihan utama wisatawan yang ingin merasakan keaslian dan Pengalaman Budaya yang lebih dekat,” ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana lanskap sawah bertingkat di Sapa atau pesona pesisir di Takamatsu berhasil menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan belanja pariwisata.
“Destinasi tersebut tidak hanya menarik minat wisatawan, tetapi juga mendorong pengeluaran mereka, menandai perubahan arah pariwisata menuju 2026 dan seterusnya,” katanya.
Bagi Bandung, posisi ketiga ini bukan sekadar peringkat, melainkan sinyal bahwa kota kreatif di dataran tinggi Jawa Barat tersebut kini berdiri sejajar dengan destinasi Asia lain yang tengah naik daun.










