ID EN

Van Dijk Buka Suara soal 'Dosanya' Saat Liverpool Kalah Lawan Bournemouth

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:19

Penulis: Respaty Gilang

Virgil van Dijk
Virgil van Dijk.
Sumber: Antaranews

Virgil van Dijk angkat bicara soal kesalahan fatal yang ikut berkontribusi pada Kekalahan Liverpool dari Bournemouth pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026. Bek senior The Reds itu mengakui blundernya, meski ia juga sempat mencetak gol yang menghidupkan harapan tim.

Liverpool harus pulang dengan tangan hampa dari Vitality Stadium usai takluk 2-3 dari Bournemouth pada matchday ke-23, pada Minggu, 25 Januari 2026, dini hari WIB. Kekalahan ini menambah daftar hasil negatif The Reds dalam persaingan papan atas.

Tuan rumah Bournemouth unggul dua gol lebih dulu melalui Evanilson dan Alejandro Jimenez. Liverpool sempat tertekan sebelum akhirnya bangkit menjelang turun minum lewat sundulan Virgil van Dijk dari situasi sepak pojok, gol yang membuka kembali peluang tim tamu.

Momentum Liverpool berlanjut di babak kedua. Dominik Szoboszlai mencetak gol penyeimbang pada menit ke-80 melalui eksekusi tendangan bebas yang membawa skor menjadi imbang 2-2. Namun, saat hasil seri tampak sudah di depan mata, Bournemouth justru mencuri kemenangan lewat gol Amine Adli pada masa injury time.

Di balik gol penyemangat yang ia cetak, Van Dijk menilai dirinya tetap memikul tanggung jawab atas kekalahan tersebut. Bek Timnas Belanda itu melakukan kesalahan krusial pada proses gol pertama Bournemouth, sebuah momen yang bahkan disebutnya tampak seperti adegan komedi.

Dalam situasi tersebut, Van Dijk berusaha mengangkat kaki untuk mengintersep bola yang mengarah ke Alex Scott. Namun, upaya itu gagal total. Setelah Van Dijk “menendang angin”, Scott dengan cepat mengirimkan umpan kepada Evanilson yang kemudian berbuah gol.

"Gol pertama, menurut saya bola sangat susah diprediksi dalam situasi seperti itu, angin sangat menyulitkan," kata Van Dijk menjelaskan soal blundernya seperti dikutip dari laman resmi Liverpool.

"Saya rasa Anda bisa melihatnya, terutama ketika kami memainkan bola-bola panjang di sisi mereka, sangat sulit untuk memprediksi arah bola."

"Jadi, kebobolan bukanlah masalah karena menurut saya kami mengontrol permainan dengan cukup baik."

"Kemudian, saat kami bermain dengan 10 pemain, Anda bisa berpendapat bahwa mungkin kami harus menendang bola keluar atau tidak, tapi kebobolan dua gol dalam waktu singkat jelas tidak baik sama sekali," tutur dia.

Van Dijk juga menekankan pentingnya gol yang ia cetak jelang jeda babak pertama. Menurutnya, gol tersebut berperan besar dalam membangkitkan mental dan semangat Liverpool untuk mengejar ketertinggalan di babak kedua.

"Menurut saya gol yang saya cetak sebelum jeda sangat penting dalam hal mendapatkan momentum dan semangat untuk babak kedua," ucap sosok berusia 34 tahun itu.

"Saya rasa kami menunjukkan di babak kedua bahwa kami bekerja sangat keras untuk kembali ke permainan dengan tendangan bebas yang bagus."

"Saya rasa kami juga memiliki beberapa peluang bagus, tetapi pada akhirnya lemparan ke dalam merugikan kami," pungkas Van Dijk.

Kekalahan ini terasa semakin pahit bagi Liverpool mengingat Bournemouth bukanlah tim dengan pertahanan solid musim ini. The Cherries tercatat sudah kebobolan 43 gol dalam 23 pertandingan Liga Inggris. Hanya West Ham United (45) dan Burnley (44) yang memiliki catatan pertahanan lebih buruk.

Hasil ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesalahan kecil di level tertinggi Liga Inggris dapat berujung konsekuensi besar, bahkan bagi pemain sekelas Virgil van Dijk.