ID EN

Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Muncul di Eropa, Respons Rencana Trump Caplok Greenland

Kamis, 22 Januari 2026 | 17:00

Penulis: Arif S

Piala Dunia 2026
Ilustrasi - Piala Dunia 2026.
Sumber: Antara

Hubungan Eropa dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas, dan dampaknya kini merembet ke dunia sepakbola. Seruan boikot Piala Dunia 2026 kembali muncul setelah rencana Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland memicu kemarahan negara-negara Eropa.

Setelah bersitegang dengan Venezuela, Trump kini mengarahkan perhatiannya ke Greenland. Ia bahkan melontarkan pernyataan yang memberi sinyal siap menggunakan kekuatan militer untuk merebut wilayah tersebut dari Denmark.

Rencana itu langsung membuat Uni Eropa bersiaga. Denmark sebagai pihak berwenang atas Greenland merespons dengan mengirim pasukan ke wilayah tersebut untuk menjaga keamanan dan kedaulatannya.

Langkah Trump tersebut memicu reaksi keras di Eropa. Sejumlah politisi mulai mempertimbangkan tekanan politik melalui jalur Olahraga, termasuk Piala Dunia 2026 yang akan digelar di AS.

Politisi Jerman, Juergen Hardt, bahkan menyarankan agar negara-negara Eropa meninggalkan Piala Dunia 2026 sebagai bentuk peringatan kepada Trump.

"Menarik diri dari turnamen, bagaimanapun, hanya akan dipertimbangkan sebagai pilihan terakhir untuk membuat Trump menyadari pentingnya masalah Greenland," katanya dikutip dari Sportbible.

Kekhawatiran serupa juga muncul di kalangan sepakbola Eropa. Guardian melaporkan beberapa ketua asosiasi sepakbola Eropa mulai membahas situasi ini dan mendiskusikan bagaimana dunia sepakbola seharusnya merespons ketegangan politik tersebut.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah utama bersama Kanada dan Meksiko, dengan format baru yang melibatkan 48 tim peserta.

Kini, sepakbola kembali dihadapkan pada dilema lama. Apakah olahraga bisa benar-benar dipisahkan dari politik, terutama ketika tensi geopolitik mulai memengaruhi panggung kompetisi terbesar di dunia?