Operasional Musi Cruise Dihentikan Sementara, Prioritaskan Keselamatan Wisata Sungai
Rabu, 21 Januari 2026 | 15:38
Penulis: Arif S

Sumber: Kapal Wisata Musi Cruise Palembang, Sumatera Selatan
Aliran Sungai Musi selama ini menjadi nadi sejarah dan Pariwisata Kota Palembang. Dari tepian hingga bentangan jembatan Ampera, sungai legendaris ini menawarkan pengalaman menyusuri jejak peradaban Sriwijaya lewat wisata air yang ikonik. Namun untuk sementara waktu, denyut wisata susur Sungai Musi harus melambat.
Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, menghentikan sementara pengoperasian Kapal Wisata Musi Cruise karena mengalami kerusakan. Keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan wisatawan yang selama ini menjadikan Musi Cruise sebagai pilihan utama menikmati panorama sungai tersebut.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Selasa 20 Januari 2026, mengatakan Kapal Wisata Musi Cruise Palembang mengalami kerusakan sehingga tidak memenuhi standar untuk berlayar.
Menurutnya, penghentian operasional ini merupakan langkah preventif agar aktivitas Wisata Sungai tetap mengedepankan keamanan dan kenyamanan penumpang.
Ia menyebutkan penghentian operasional kapal wisata dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang. Penilaian teknis menunjukkan kapal yang selama ini digunakan tidak lagi memenuhi standar kelayakan untuk dioperasikan dalam jangka panjang.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Kalau kapalnya tidak layak, tentu tidak bisa dipaksakan beroperasi. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkot Palembang memastikan langkah ini bukan akhir dari wisata susur Sungai Musi. Pemerintah daerah justru melihatnya sebagai momentum untuk menghadirkan pengalaman wisata sungai yang lebih aman, modern, dan berkelas.
Kendati demikian, pihaknya memastikan tidak tinggal diam dan akan meminta bantuan kepada pemerintah pusat untuk menghadirkan kapal wisata yang lebih baik, modern dan memenuhi standar keselamatan.
“Ke depan, kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar Palembang bisa memiliki kapal wisata yang lebih bagus lagi, yang benar-benar representatif sebagai ikon Wisata Sungai Musi,” ungkapnya.
Selain menggandeng pemerintah pusat, Ratu Dewa juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta. Ia menilai keterlibatan sektor swasta menjadi elemen penting untuk kembali menghidupkan wisata susur Sungai Musi yang selama ini menjadi daya tarik utama Kota Palembang.
“Kami juga mengajak perusahaan swasta untuk ikut terlibat. Kalau ada kapal yang layak dan memenuhi standar, layanan Musi Cruise akan kami buka kembali,” katanya.
Dinas Perhubungan Kota Palembang menyebutkan kapal wisata ini beroperasi tiga kali dalam sehari, yaitu pagi hari pukul 08.00-10.00 WIB, sore pukul 16.00–18.00 WIB, serta malam hari pukul 19.00–21.00 WIB.
Jadwal tersebut memungkinkan wisatawan menikmati wajah Sungai Musi dalam berbagai suasana, dari pagi yang tenang hingga malam yang dipenuhi cahaya kota.
Konsep Musi Cruise dikenal sebagai wisata sungai yang terjangkau untuk semua kalangan. Masyarakat cukup membayar Rp5.000 per orang untuk bisa menikmati panorama Sungai Musi, menjadikannya salah satu produk wisata paling inklusif di Palembang.
Kapal Musi Cruise memiliki kapasitas hingga 100 penumpang. Setiap kali jumlah penumpang telah terpenuhi, kapal akan langsung diberangkatkan sesuai jadwal yang telah ditentukan.










