Lisandro Martinez Balas Kritik Pedas Legenda MU dengan Aksi Nyata di Derby Manchester
Selasa, 20 Januari 2026 | 08:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antaranews/HO/Tangkapan layar @lisandromartinezzz
Lisandro Martinez memilih menjawab kritik pedas Paul Scholes dan Nicky Butt dengan cara paling meyakinkan: tampil dominan di lapangan. Bek Manchester United itu menjadi figur sentral saat Setan Merah menaklukkan Manchester City 2-0 di Old Trafford, sekaligus meredam mesin gol Liga Inggris, Erling Haaland.
Menjelang derby Manchester, Martinez sempat menjadi sasaran komentar tajam dua mantan gelandang United tersebut.
Nicky Butt meragukan kemampuannya menghadapi Haaland dan menggambarkan duel keduanya seperti “seorang ayah berlari mengejar balita kecil sepulang sekolah.” Paul Scholes bahkan menambahkan Haaland akan mencetak gol lalu “melempar Martinez ke dalam gawang.”
BACA JUGA
MU vs City, Ujian Berat Michael Carrick di Derbi Manchester
Erling Haaland Fokus di Manchester City, Spekulasi Pindah ke Barcelona Dibantah
Liga Inggris: Lisandro Martinez Absen, Manchester United Diuji di Markas Newcastle
Namun semua prediksi itu runtuh di atas rumput Old Trafford. Martinez tampil disiplin, agresif, dan penuh konsentrasi, membuat Haaland minim ruang dan peluang.
Penyerang City itu bahkan ditarik keluar lebih awal Pep Guardiola, pemandangan langka yang menegaskan betapa efektifnya peran Martinez di jantung pertahanan MU.
Setelah laga, Martinez tidak menghindar dari kontroversi. Ia menegaskan sikapnya terhadap kritik dari Scholes dan Butt.
“Sejujurnya, dia bisa mengatakan apa pun yang dia mau. Saya sudah bilang kepadanya, kalau dia ingin mengatakan sesuatu kepada saya, dia bisa datang ke mana pun dia mau. Ke rumah saya, ke mana saja. Saya tidak peduli,” ujar Martinez dikutip dari Sky Sports, terkait komentar Scholes dan Butt yang sebelumnya meragukan kemampuannya menghadapi Haaland.
Komentar tersebut menegaskan karakter Martinez, keras, frontal, dan tak gentar sama seperti ciri khas permainannya. Meski begitu, tensi mereda ketika Scholes merespons melalui unggahan Instagram dengan nada bercanda.
Ia menulis, “Seseorang baru saja menjalani pertandingan yang bagus, saya sangat senang untukmu. Teh, tanpa gula ya @lisandromartinezzz.”*
Di balik candaan itu, Manchester United disebut tidak senang dengan pernyataan Scholes dan Butt di podcast mereka.
Klub menilai komentar tersebut lebih bernuansa mengejek Martinez ketimbang memberikan analisis konstruktif terhadap pertandingan, terutama menjelang laga sepenting derby Manchester.
Martinez menegaskan dirinya tetap menghormati para legenda klub, namun merasa kritik seharusnya disampaikan secara terbuka dan bertanggung jawab.
Ia menyebut banyak orang mudah berbicara di televisi, tetapi situasinya berbeda ketika harus berhadapan langsung. Fokus utamanya, kata Martinez, adalah performa pribadi dan kepentingan tim.
Bek Timnas Argentina berusia 27 tahun itu juga menegaskan loyalitasnya kepada MU. Ia menyebut akan terus memberikan segalanya untuk klub hingga hari terakhirnya, tanpa terlalu memedulikan komentar dari luar yang tidak membangun.
Kemenangan atas City turut menandai era baru di Old Trafford. Laga tersebut menjadi pertandingan pertama Michael Carrick sebagai manajer Manchester United.
Ditunjuk hanya beberapa hari sebelum derby, Carrick langsung memberi dampak, sesuatu yang juga dirasakan Martinez di lapangan.
Menurut Martinez, Carrick memahami betul makna Manchester United berkat pengalamannya panjangnya bersama klub, dari pemain hingga staf kepelatihan.
Ia menilai perubahan tersebut datang pada momen yang tepat, ketika tim berada dalam situasi sulit dan membutuhkan arah baru—dan derby Manchester menjadi panggung sempurna untuk menjawab semua keraguan.***










