ID EN

Memulihkan Air Panas Terujak, Harapan Baru Wisata Alam dan Kesehatan Aceh Timur

Jumat, 16 Januari 2026 | 13:30

Penulis: Arif S

Objek wisata Air Panas Terujak
Objek wisata Air Panas Terujak di Kabupaten Aceh Timur pasca-banjir bandang.
Sumber: Antara/HO-Disparpora Aceh Timur

Di balik rimbun hutan dan lereng perbukitan Aceh Timur, Air Panas Terujak pernah menjadi ruang jeda bagi tubuh dan pikiran. Uap air hangat mengalir alami dari perut bumi, menjadikannya Destinasi Wisata alam sekaligus kesehatan. Kini, pasca-bencana, pemerintah daerah berupaya menghidupkan kembali denyut destinasi ini.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berkomitmen memulihkan kembali objek wisata Air Panas Terujak pasca-bencana karena memiliki potensi besar sebagai wisata alam dan kesehatan di daerah setempat. Komitmen ini disampaikan di tengah upaya penanganan dampak banjir bandang yang sempat melumpuhkan kawasan tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Timur, Syahril, mengakui proses pemulihan tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa. 

Aspek keselamatan dan Mitigasi Bencana menjadi perhatian utama agar kawasan wisata ini dapat kembali berfungsi tanpa mengulang risiko yang sama.

"Kami berupaya objek wisata ini bisa kembali pulih dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun, tentu harus melalui kajian teknis, terutama terkait kondisi geografis dan potensi longsor di kawasan tersebut," ujarnya.

Objek wisata Pemandian Air Panas di Gampong Terujak, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur rusak parah akibat banjir bandang akhir November 2025. 

Bencana tersebut membuat kawasan ini untuk sementara tidak dapat dimanfaatkan masyarakat maupun wisatawan.

"Objek wisata pemandian Air Panas Terujak mengalami kerusakan akibat banjir. Kolam sumber air panas tertimbun material banjir berupa tanah, kayu, dan bebatuan," katanya.

Air Panas Terujak dikenal sebagai sumber air panas alami yang keluar dari lereng bukit dan kawasan hutan. 

Ia mengatakan karakteristik alami itu menjadikan Air Panas Terujak sebagai Destinasi Favorit, terutama bagi warga lokal dan wisatawan dari daerah sekitar.

"Banyak masyarakat datang berwisata ke Air Panas Terujak. Air panasnya dimanfaatkan pengunjung merebus telur karena suhunya yang cukup tinggi dan alami," jelasnya.

Namun, banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 mengubah wajah kawasan wisata ini secara drastis. 

Material longsoran dari perbukitan menimbun kolam utama pemandian, sementara sejumlah fasilitas pendukung rusak akibat terjangan air dan lumpur.

Syahril menambahkan banjir juga berdampak pada akses menuju lokasi wisata yang kini sulit dilalui, membuat seluruh aktivitas wisata terhenti total.

"Untuk saat ini, kawasan wisata tersebut belum bisa dioperasikan kembali. Kami masih melakukan pendataan tingkat kerusakan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan ke depan," pungkasnya.(Antara)