ID EN

Deretan Legenda Badminton: Mereka yang Paling Lama Berkuasa di Ranking BWF

Rabu, 7 Januari 2026 | 17:00

Penulis: Arif S

Bulu Tangkis
Ilustrasi - Olahraga bulu tangkis.
Sumber: Pixabay

Di dunia badminton, bertahan di puncak justru jadi tantangan paling berat. Ini karena Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) selalu memperbarui peringkat setiap pekan. Artinya, status nomor satu dunia bisa berubah kapan saja. Tapi hanya sedikit pemain yang mampu bertahan lama di puncak.

Berikut deretan pemain badminton yang paling lama bertahan sebagai ranking nomor satu dunia versi BWF:

Lee Chong Wei (10 Tahun 338 Hari)

Pebulutangkis asal Malaysia ini menjadi pemegang rekor terlama bertahan di peringkat satu dunia, total 10 tahun 338 hari.

Sebagai pemain tunggal, Lee bahkan pernah bertahan selama 199 minggu berturut-turut di posisi puncak, dari 21 Agustus 2008 - 14 Juni 2012.

Pada 2 Mei 2023, Lee dilantik ke dalam BWF Badminton Hall of Fame dan dikenal luas sebagai salah satu pebulutangkis terbaik sepanjang masa.

Lin Dan (10 Tahun 30 Hari)

Lin Dan berada di posisi kedua dengan total 10 tahun 30 hari di peringkat satu dunia.

Selama kariernya, Lin Dan mencatat sejarah sebagai tunggal putra pertama yang mampu mempertahankan Medali Emas Olimpiade pada 2008 dan 2012.

Atas pencapaiannya itu, Lin Dan masuk BWF Badminton Hall of Fame pada 26 Mei 2023.

Peter Hoeg Gade (8 Tahun 237 Hari)

Di urutan berikutnya ada Peter Hoeg Gade dari Denmark, yang mampu bertahan di puncak selama 8 tahun 237 hari. Ia berada di peringkat satu dunia pada periode 1998 sampai 2001.

Dengan koleksi 22 gelar Grand Prix, ia juga masuk jajaran pemain paling sukses di dunia badminton.

Zhang Ning (8 Tahun 214 Hari)

Zhang Ning menyusul setelah mampu bertahan di ranking satu dunia selama 8 tahun 214 hari.

Pemain asal China ini terkenal dengan permainan rapi, penuh trik, dan pintar memaksa lawan berlari ke seluruh sudut lapangan.

Ia menjuarai World Championship 2003 dan mengoleksi total lima medali dari ajang tersebut.

Zhou Mi (8 Tahun 95 Hari)

Zhou Mi bertahan di peringkat satu dunia selama 8 tahun 95 hari.

Sebagai Tunggal Putri, ia memperkuat tim Uber Cup China dan menjuarai turnamen itu pada 2002 dan 2004.

Mia Audina Tjiptawan (8 Tahun 13 Hari)

Mia Audina melengkapi daftar ini dengan catatan 8 tahun 13 hari di peringkat satu dunia.

Ia sempat mewakili Indonesia dan kemudian Belanda di berbagai ajang internasional.

Audina mulai dikenal sejak tampil di tim Uber Cup Indonesia dan menang di final melawan China pada 1994. Pada Oktober 1993, ia juga sempat berada di ranking satu dunia Tunggal Putri.

Ia ikut mempertahankan gelar Uber Cup pada 1996 dan 1998, sebelum akhirnya pindah ke Belanda bersama suaminya pada 2000.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!