Jepang Cetak Sejarah, Juara Piala Asia U-23 untuk Ketiga Kalinya
Minggu, 25 Januari 2026 | 10:19
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: AFC
Tim nasional Jepang U-23 kembali menegaskan dominasinya di level Asia setelah memastikan gelar Juara Piala Asia U-23. Pada partai final yang digelar di Prince Abdullah Al Faisal Stadium, Jeddah, Sabtu (24/1), Jepang tampil superior untuk menundukkan China dengan skor telak 4-0.
Hasil tersebut bukan sekadar kemenangan di laga puncak, tetapi juga mengukir sejarah. Jepang menjadi tim pertama yang mampu menjuarai Piala Asia U-23 sebanyak tiga kali, menegaskan konsistensi sistem pembinaan mereka di level usia muda.
Sejak menit awal pertandingan, Jepang langsung mengambil inisiatif permainan. Tekanan tinggi, sirkulasi bola cepat, serta disiplin posisi membuat China kesulitan keluar dari tekanan dan gagal mengembangkan pola serangan yang efektif.
Keunggulan Jepang hadir pada menit ke-12 melalui Yuto Ozeki. Gol berawal dari situasi kemelut di kotak penalti setelah sebuah tembakan membentur pemain bertahan China, Peng Xiao. Bola muntah yang jatuh di area berbahaya dimanfaatkan Ozeki untuk melepaskan tembakan yang mengecoh Kiper Li Hao. Setelah melalui peninjauan VAR, gol tersebut dinyatakan sah.
Dominasi Jepang berlanjut delapan menit kemudian. Kali ini Kosei Ogura menunjukkan kualitas individunya dengan merebut bola di area lawan, melewati satu pemain bertahan, lalu melepaskan tembakan keras ke sudut jauh gawang. Gol tersebut semakin menegaskan perbedaan kualitas permainan kedua tim.
China mencoba merespons dengan pendekatan lebih langsung melalui umpan-umpan panjang. Namun, organisasi pertahanan Jepang yang rapi membuat setiap upaya tersebut mudah dipatahkan. Hingga turun minum, Jepang unggul 2-0 dengan catatan jumlah tembakan dua kali lipat lebih banyak dibandingkan China.
Memasuki babak kedua, Jepang tidak menurunkan intensitas. Kontrol permainan tetap terjaga hingga akhirnya mereka kembali menambah keunggulan pada menit ke-57. Wasit menunjuk titik penalti setelah Liu Haofan dinilai melakukan handball di dalam kotak terlarang. Ryunosuke Sato yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang.
China sempat membangkitkan harapan ketika mencetak gol pada menit ke-68. Namun, gol tersebut dianulir karena posisi offside, keputusan yang kembali mematahkan momentum kebangkitan mereka.
Jepang kemudian memastikan kemenangan mutlak pada menit ke-76. Tembakan Kosei Ogura dari luar kotak penalti yang sempat terdefleksi pemain bertahan China melambung masuk ke gawang, menutup penampilan dominan Jepang di laga final.
Hingga peluit akhir dibunyikan, Jepang tetap menguasai jalannya pertandingan tanpa memberi celah berarti bagi China. Kemenangan ini menegaskan Jepang sebagai standar kekuatan Sepak Bola Asia di level U-23, baik dari sisi taktik, mental bertanding, maupun kualitas individu pemain.










