Jelang Laga Lawan Arab Saudi, Ole Romeny Pemain Paling Dinanti
Selasa, 7 Oktober 2025 | 13:28
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, selalu menarik sorotan publik sejak hari pertamanya mengenakan jersey merah-putih. Debutnya yang langsung diwarnai gol saat melawan Australia pada 20 Maret 2025 memunculkan ekspektasi besar terhadap kiprahnya bersama skuad Garuda.
Kini, dengan catatan 3 gol dalam 4 penampilan bersama Timnas Indonesia, tekanan publik terhadap performanya makin menguat. Bahkan kala ia harus absen di FIFA Matchday bulan September karena cedera, dukungan dari penggemar tetap membara.
Dukungan dan Tekanan Bahan Bakar untuk Bangkit
BACA JUGA
Ole Romeny Sudah Latihan, Tapi Kluivert Bikin Fans Garuda Deg-degan
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Garuda Hadapi Jalan Terjal, Kluivert Tetap Optimistis
Tumbang dari Arab Saudi, Peluang Indonesia Lolos Langsung ke Piala Dunia 2026 Menipis
Pada saat Romeny bergabung ke Timnas jelang laga penting melawan Arab Saudi, 8 Oktober 2025 dan Irak, 11 Oktober 2025, publik Tanah Air menyimpan harapan besar agar ia memperkuat lini depan Garuda. Momen-momen ini sangat penting, karena tim peringkat teratas akan melaju ke Piala Dunia 2026.
Ole mengungkapkan bahwa dukungan pesan dari penggemar memberikan energi tersendiri.
“Ya, aku pikir itu karena cinta yang mereka tunjukkan padaku juga, bahkan secara online,” katanya dalam wawancara di YouTube The Haye Way.
“Aku setiap hari dapat pesan ‘semoga lekas sembuh’. Aku belum pernah melihat sebanyak ini dalam hidupku,” tambahnya.
Pesan-pesan seperti “Get well soon, get well soon, get well soon, Bang Ole, get well soon” tak hanya menjadi kata-kata manis, melainkan motivasi yang menggerakkan semangatnya.
“Dan itu juga memberi aku energi, aku ingin berada di sana juga, untuk mereka,” ujar Ole.
Ketika Tekanan Menjadi Panggung Prestasi
Dalam perannya sebagai algojo penalti menghadapi China pada 5 Juni 2025, Ole merasakan ketegangan yang sangat nyata. Ia mengaku bahwa ibunya bahkan tak kuat menyaksikan eksekusinya. Namun, ia mampu menuntaskan tugas dengan dingin dan membawa kemenangan 1–0 untuk Indonesia.
Peristiwa ini membuktikan bahwa tekanan bukanlah beban, melainkan bahan bakar.
“Ya, semakin besar tekanan, semakin besar pula momennya. Jadi itu selalu hal positif,” kata Ole.
“Kalau tidak ada tekanan, berarti kamu nggak berada di level luar biasa. Kalau tekanannya besar, kamu juga bisa mendapat lebih banyak dari situ,” tambahnya.
Statistik dan Rekor Awal Gemilang
Sejak debutnya, Ole mencetak gol dalam tiga penampilan perdana untuk Garuda mencetak gol melawan Australia, Bahrain, dan China. Ketajamannya langsung dianggap sebagai bukti bahwa ia adalah salah satu senjata tajam Indonesia di lini depan.
Berdasarkan catatan performa di tiga laga awalnya Romeny telah melakukan 6 tembakan, dengan efektivitas tinggi. Dalam duel melawan China, gol penalti menit ke-45 menjadi penentu kemenangan 1–0 dan membawa Indonesia dominasi secara statistik meski penguasaan bola agak tipis.










