ID EN

Ragunan Tambah Koleksi Satwa Afrika, Ada Watusi Bertanduk Raksasa

Senin, 29 Desember 2025 | 12:48

Penulis: Respaty Gilang

Watusi
Gambar ilustrasi watusi di Ragunan.
Sumber: Canva

Libur Tahun Baru selalu jadi momen favorit warga Jakarta untuk mencari Destinasi Wisata yang dekat, terjangkau, dan tetap punya nilai pengalaman. Menyambut pergantian tahun menuju 2026, Taman Margasatwa Ragunan menghadirkan kejutan menarik dengan kedatangan satwa baru yang tak biasa, sepasang watusi, sapi ikonik asal Afrika yang terkenal dengan tanduk raksasanya.

Kehadiran watusi ini bukan sekadar menambah koleksi satwa, tetapi juga menjadi daya tarik baru bagi traveler urban yang ingin merasakan sensasi berwisata sambil belajar tanpa harus keluar kota. Ragunan pun semakin memantapkan posisinya sebagai destinasi Wisata Edukatif yang relevan untuk generasi muda.

"Taman Margasatwa Ragunan menyambut libur Tahun Baru 2026 dengan menghadirkan koleksi satwa baru berupa sepasang watusi," kata Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang di Jakarta, Senin, 29 Desember 2025.

Buat yang belum familiar, watusi merupakan satwa khas Afrika yang langsung mencuri perhatian lewat penampilannya. Hewan ini dikenal memiliki tanduk besar dan melengkung yang tak hanya berfungsi sebagai ciri fisik unik, tetapi juga berperan penting dalam menjaga suhu tubuhnya.

"Watusi merupakan satwa yang habitat aslinya berasal dari Afrika, khususnya kawasan Afrika Timur dan dikenal memiliki tanduk berukuran besar yang berfungsi sebagai ciri khas sekaligus membantu pengaturan suhu tubuh," katanya.

Sepasang watusi tersebut tiba di Ragunan pada Jumat, 26 Desember 2025 lalu melalui kerja sama tukar-menukar satwa dengan Taman Safari Batang (Batang Dolphin Center), Jawa Tengah. Dalam kesepakatan tersebut, Ragunan menukarkan lima ekor kapibara jantan dan memperoleh dua watusi yang kini resmi menjadi penghuni baru Kebun Binatang legendaris Jakarta ini.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengayaan koleksi satwa sekaligus peningkatan kualitas pengalaman wisata bagi pengunjung. Dengan hadirnya watusi, Ragunan tak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga membuka ruang edukasi tentang keanekaragaman satwa Afrika dan adaptasi mereka terhadap lingkungan yang berbeda.

Menariknya, proses adaptasi watusi di Jakarta juga punya cerita tersendiri. Kondisi geografis Ragunan yang berada di kawasan dataran lebih tinggi membuat suhunya relatif lebih sejuk dibandingkan Batang. Faktor cuaca ini menjadi tantangan tersendiri dalam perawatan watusi. Meski begitu, pengelola memastikan berbagai penyesuaian terus dilakukan agar kesejahteraan satwa tetap terjaga.

Sepasang watusi tersebut terdiri dari watusi betina bernama Jihan berusia lima tahun dan watusi jantan bernama Yogi berusia enam tahun. Kehadiran keduanya diharapkan menjadi magnet baru, khususnya bagi pengunjung muda yang gemar berburu pengalaman unik dan konten visual menarik.

Bagi traveler yang mencari wisata ramah keluarga sekaligus spot refreshing di tengah hiruk pikuk kota, Ragunan menawarkan kombinasi lengkap. Dengan luas mencapai 147 hektare, kawasan ini dihuni lebih dari 2.009 ekor satwa dan ditumbuhi lebih dari 20.000 pohon, menjadikannya salah satu ruang hijau terbesar di Jakarta Selatan.

Pengelola juga terus mengembangkan Ragunan menuju kebun binatang modern yang merepresentasikan identitas Kota Jakarta. Penataan kawasan, peningkatan fasilitas, hingga penguatan pesan konservasi menjadi fokus utama agar Ragunan tetap relevan sebagai destinasi wisata edukatif jangka panjang.

Tak heran jika antusiasme pengunjung diprediksi tinggi. Pengelola memperkirakan jumlah wisatawan yang datang ke Ragunan saat libur Tahun Baru 2026 bisa mencapai 80.000 orang. Angka tersebut mencerminkan besarnya minat masyarakat terhadap wisata yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga memberi pengalaman belajar yang bermakna.

Dengan hadirnya watusi, liburan Tahun Baru di Ragunan kini punya cerita baru. Bukan sekadar jalan-jalan, tapi juga kesempatan mengenal satwa eksotis Afrika tanpa harus meninggalkan Jakarta.