ID EN

Museum Marsinah Diharapkan Jadi Destinasi Edukasi dan Desa Wisata

Minggu, 28 Desember 2025 | 15:11

Penulis: Respaty Gilang

Marsinah
Buruh sekaligus aktivis perempuan, Marsinah.
Sumber: Wikipedia

Pembangunan Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Kabupaten Nganjuk tidak hanya dimaknai sebagai proyek infrastruktur, tetapi juga sebagai investasi nilai bagi Generasi Muda. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kehadiran museum tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi yang menanamkan keteladanan, keberanian, serta semangat kemanusiaan yang diperjuangkan Marsinah semasa hidupnya.

Menurut Khofifah, museum dan rumah singgah Marsinah dirancang sebagai medium pembelajaran lintas generasi. Nilai-nilai perjuangan tidak hanya dipajang dalam bentuk artefak sejarah, tetapi juga dihadirkan sebagai inspirasi yang relevan dengan tantangan zaman saat ini.

“Yang kita bangun bukan hanya gedung, tetapi juga ruang nilai. Di sinilah generasi muda bisa belajar tentang keberanian, kejujuran, dan keberpihakan pada keadilan yang diteladankan oleh Marsinah,” katanya dalam keterangan yang diterima di Nganjuk, Minggu, 28 Desember 2025.

Khofifah menambahkan, kehadiran rumah singgah dan museum akan memperkuat diseminasi sekaligus pelestarian sejarah perjuangan Marsinah. Ia menilai penghormatan terhadap pahlawan nasional harus melampaui seremoni dan simbol semata.

“Penghormatan kepada pahlawan tidak berhenti di makam, tetapi harus kita lanjutkan dengan merawat nilai perjuangannya dan menghadirkannya dalam kehidupan hari ini,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Gubernur Khofifah hadir langsung mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rangka ziarah serta peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Nganjuk. Keduanya juga menabur bunga di makam Marsinah sebagai simbol penghormatan dan pengakuan atas peran pentingnya dalam sejarah perjuangan buruh di Indonesia.

Momentum tersebut menegaskan bahwa perjuangan Marsinah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan bagian dari perjalanan bangsa yang perlu dimaknai secara berkelanjutan. Negara, melalui kehadiran para pemimpinnya, menunjukkan komitmen untuk menjaga ingatan kolektif atas nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkan Marsinah.

Selain prosesi ziarah, Gubernur Khofifah dan Kapolri juga bersilaturahmi dengan keluarga Marsinah di kediaman almarhumah. Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang hangat untuk mengenang perjalanan hidup Marsinah sebagai seorang anak bangsa, sekaligus mempererat ikatan kemanusiaan ANTARA negara dan keluarga pahlawan nasional.

“Marsinah mengajarkan kepada kita bahwa keberanian untuk membela kebenaran selalu memiliki harga, tetapi juga memiliki arti yang sangat besar bagi kemanusiaan. Tugas kita hari ini adalah memastikan nilai itu tidak pernah padam dan terus menyala dalam kehidupan berbangsa,” katanya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa gagasan pendirian museum tersebut berasal dari keluarga Marsinah. Mereka menginginkan adanya ruang memorial yang bersifat monumental agar perjuangan Marsinah dapat dikenang secara utuh dan mendalam.

Kapolri menilai kisah hidup Marsinah memiliki bobot sejarah yang besar dan layak menjadi pembelajaran publik, khususnya bagi kalangan buruh dan generasi muda.

"Museum ini akan memamerkan barang-barang peninggalan Marsinah, seperti surat-surat perjuangan, catatan berisi keluh kesah Marsinah kepada kakaknya, buku harian, pulpen, pakaian, dan dokumen lain terkait perjalanan hidupnya sebagai aktivis buruh," kata dia.

Ia menambahkan, pembangunan rumah singgah dan museum tersebut memiliki makna simbolik yang kuat. Perjalanan hidup Marsinah sejak kecil hingga dewasa, serta kegigihannya dalam memperjuangkan hak-hak buruh, menjadi sumber nilai yang harus terus dirawat dan diwariskan.

"Almarhumah Marsinah membawa pesan dan cita-cita besar yang harus dilanjutkan dan diwujudkan semangat oleh buruh. Beliau adalah obor yang membuat seluruh buruh saat itu terus mengibarkan semangat yang digelorakan Marsinah. Terus jaga semangat Almarhum dalam setiap perjuangan agar buruh sejahtera," kata Kapolri.

Sementara itu, kakak kandung Marsinah, Marsini, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas realisasi pembangunan museum dan rumah singgah tersebut. Ia menyebut kehadiran negara menjadi bentuk penghargaan yang sangat berarti bagi keluarga.

"Terima kasih apa yang saya inginkan dipenuhi, mulai tasyakuran keluarga 17 November lalu, kenang-kenangan rumah singgah dan museum langsung dibuatkan. Hari ini nyata akan peletakan batu pertama," ujarnya.

Marsini berharap Museum Marsinah nantinya tidak hanya menjadi ruang memorial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Ia mendorong agar kawasan tersebut dikembangkan sebagai Desa Wisata yang mampu menggerakkan ekonomi lokal.

"Masyarakat membuka suvenir termasuk kaus Marsinah dijual untuk menghidupi UMKM di Desa Nglundo sehingga menambah pemasukan dan masyarakat sejahtera serta makmur," kata Marsini.

Dengan pembangunan Museum Pahlawan Nasional Marsinah, negara berupaya memastikan bahwa perjuangan, pengorbanan, dan nilai kemanusiaan yang diwariskan Marsinah tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini dan mendatang.