ID EN

Greg Nwokolo Sebut Timnas Indonesia Tak Lagi Butuh Janji Proses Tapi Hasil Nyata

Jumat, 19 Desember 2025 | 12:00

Penulis: Arif S

Mantan pemain timnas Indonesia Greg Nwokolo
Mantan pemain timnas Indonesia Greg Nwokolo di Jakarta, Kamis 18 Desember 2025.
Sumber: Antara/Zaro Ezza Syachniar

Kursi pelatih kepala timnas Indonesia masih kosong sejak PSSI mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert pada Oktober lalu. Mantan pemain timnas Greg Nwokolo menilai Tim Garuda tak lagi membutuhkan janji proses, melainkan hasil nyata.

Menurut Greg, perjalanan tim Garuda dan Garuda Muda belakangan tak konsisten. Kegagalan tim U-22 melangkah ke semifinal SEA Games 2025 Thailand menjadi puncak kekecewaan terbaru, setelah hanya finis di peringkat kedua Grup C di bawah Filipina. Sebelumnya, Garuda Muda juga gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026 dan Piala Dunia 2026.

“Pasti kita semua kecewa. Karena kita semua harap timnas bisa lebih baik. Namun, ini sudah terjadi. Kita maju sepuluh langkah dan kemudian mundur lagi,” ujar Greg di Jakarta, Kamis 18 Desember 2025 malam.

Pernyataan Greg memiliki delapan penampilan bersama timnas Indonesia, menjadi refleksi kondisi Garuda saat ini. Progres yang sempat menjanjikan, namun kembali tersendat di momen krusial. 

Greg menekankan, situasi tersebut menuntut PSSI untuk sangat selektif dalam menentukan nahkoda baru tim nasional.

Pria berusia 39 tahun itu menegaskan pelatih berikutnya harus siap dengan tekanan besar dan target jangka pendek yang jelas. 

Ia menyebut publik Sepak Bola Indonesia sudah lelah dengan narasi pembangunan ulang.

“Siapa pun pelatihnya. Dia harus tahu bahwa Indonesia kita udah gak butuh proses. Karena kita udah coba proses sama Shin Tae-yong. Di tengah putus. Jadi jangan kamu rekrut pelatih dan kamu kasih proses lagi. Indonesia sudah memiliki pemain bagus. Yang kita butuhkan adalah hasil,” kata Greg.

Pelatih Timnas Indonesia, lanjutnya, harus siap bekerja cepat, memaksimalkan materi pemain dan mampu menjawab ekspektasi besar, termasuk mimpi lolos ke Piala Dunia 2030.(Antara)