ID EN

Terinspirasi Anfield, GBLA Diproyeksi Jadi Destinasi Sport Tourism Baru di Indonesia

Senin, 8 Desember 2025 | 14:12

Penulis: Respaty Gilang

Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)
GBLA diproyeksi akan jadi salah satu ikon sport tourism.
Sumber: Antaranews

Ketika berbicara tentang stadion sepak bola di Indonesia, sebagian besar orang langsung terbayang riuhnya penonton saat pertandingan, sorakan suporter, dan atmosfer panas 90 menit di tribun. Namun, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sedang diarahkan menuju cerita yang jauh lebih besar dari sekadar venue laga. 

Pemerintah berencana menjadikan stadion ini sebagai ikon baru sport tourism, sebuah tempat yang akan tetap hidup meski tidak ada pertandingan. Konsep ini membuat GBLA mulai disebut sebagai “Anfield-nya Indonesia”.

Di banyak negara, stadion sudah menjadi destinasi wisata. Anfield di Liverpool, Camp Nou di Barcelona, atau Allianz Arena di Munich adalah contoh bagaimana venue olahraga menjelma menjadi magnet pengalaman, lengkap dengan museum, tur ruang ganti, storytelling sejarah klub, hingga paket edukasi. Kini, Bandung tak mau ketinggalan. GBLA sedang diarahkan masuk ke peta wisata seperti itu.

Dari Stadion Sepi ke Destinasi Sehari Penuh

GBLA sudah lama dikenal sebagai salah satu stadion termegah di Indonesia. Tribunnya luas, desainnya modern, dan lokasinya strategis di Kawasan Gedebage, akses tol dekat, mudah dijangkau wisatawan luar kota. Tapi selama bertahun-tahun, stadion ini lebih sering dipakai untuk pertandingan saja. Di luar matchday, kawasan stadion cenderung sunyi. Itulah yang coba diubah.

Konsep baru yang sedang dibahas oleh Pemerintah Kota Bandung, DPRD Jawa Barat, hingga World Bank mengarah pada sebuah lompatan, menjadikan GBLA sebagai destinasi wisata olahraga yang hidup sepanjang tahun. Tidak perlu menunggu kick-off, stadion ini bisa dikunjungi kapan saja untuk menikmati pengalaman yang dikemas menarik.

Jika rencana ini terwujud, pengunjung bisa datang pada hari biasa untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang menarik sepertui tur stadion mulai dari tribun hingga pinggir lapangan, mengunjungi museum Persib atau museum olahraga Bandung, menikmati storytelling sejarah klub dan kota, melihat ruang ganti pemain, melihat galeri foto, memorabilia, hingga sudut interaktif dengan mengikuti workshop, tur edukasi, atau festival tematik.

Konsep ini sederhana tetapi sangat efektif, stadion menjadi ruang publik yang hidup.

Kenapa GBLA Punya Potensi Besar?

Untuk menjadi “Anfield-nya Indonesia”, sebuah stadion membutuhkan dua modal, sejarah yang kuat dan komunitas fanatik. GBLA memiliki keduanya.

Pertama, stadion ini adalah simbol penting bagi Persib Bandung—tim dengan basis suporter terbesar di tanah air. Kedua, Bandung sendiri adalah kota dengan kultur kreatif dan minat masyarakat yang tinggi terhadap olahraga. 

Survei Nielsen 2025 menyebut 86 persen warga Indonesia kini aktif menjaga kesehatan, dan Bandung termasuk kota dengan ekosistem lari, sepeda, dan aktivitas komunitas paling masif.

Dengan pengelolaan Persib selama 30 tahun ke depan, stadion ini punya kesempatan untuk didesain ulang sebagai ruang interaktif, bukan hanya arena pertandingan.

Inspirasi dari Anfield dan Stadion Dunia

Sebagai benchmark, Anfield menjadi contoh paling populer. Stadion Liverpool itu membuka diri terhadap tur museum, tur ruang ganti, storytelling klub, hingga paket tur keluarga. Dampaknya luar biasa, hampir 400 ribu kunjungan pada 2024, menjadi salah satu landmark terbaik dunia versi Tripadvisor.

Formula Anfield sederhana, mpunya narasi sejarah, dikemas menjadi pengalaman, dibuat relevan untuk berbagai usia, bisa dikunjungi kapan saja, bukan cuma matchday

GBLA sebenarnya punya cerita yang tidak kalah kaya. Dari proses pembangunan besar-besaran, cerita kelam soal kontroversi konstruksi, momen-momen bersejarah Persib, hingga bagaimana stadion ini kembali bangkit. Semua bisa diolah menjadi pengalaman museum yang emosional dan inspiratif.

Bandung adalah kota yang jago soal storytelling dan desain. Jika dikemas dengan cara yang khas, mix antara sport tourism dan creative tourism GBLA bisa punya karakter unik yang bahkan lebih menarik daripada stadion lain di Indonesia.

Stadion yang Hidup, Kota yang Bergerak

Pergerakan wisatawan nusantara dan mancanegara terus tumbuh. Bandung, dengan daya tarik alam, kuliner, dan budaya kreatifnya, tinggal menambah satu elemen lagi: sport tourism yang solid.

Jika GBLA benar-benar dibangun sebagai pusat wisata olahraga, efeknya bukan cuma hiburan, tetapi juga pada penggerak ekonomi kota, peluang usaha bagi UMKM sekitar stadion, ruang kreatif bagi komunitas, daya tarik baru buat traveler muda, identitas baru Bandung sebagai kota olahraga.

Stadion yang dulunya kadang sepi bisa hidup selama tujuh hari dalam seminggu. Stadion yang dulu hanya dituju untuk menonton, kini menjadi tempat nongkrong, wisata edukasi, hingga spot foto yang ikonik.

GBLA bukan hanya venue olahraga. Ia sedang menuju fase baru sebagai landmark urban, ruang publik modern, dan wajah baru sport tourism Indonesia.