Kualitas Tak Memudar, Modric dan Perisic Bawa Kroasia ke Piala Dunia 2026
Sabtu, 15 November 2025 | 06:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/UEFA
Kroasia mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026, setelah menang 3-1 atas Kepulauan Faroe. Kemenangan ini bukan hanya tentang gol Josko Gvardiol, Petar Musa, atau Nikola Vlasic, tetapi cerita tentang dua pemain veteran, Luka Modric dan Ivan Perisic.
Di usia yang sudah tidak muda lagi, Modric dan Perisic mengendalikan arah tim nasional mereka. Keduanya memang tak mencetak gol kali ini, tetapi kontribusi mereka kembali menjadi fondasi kemenangan yang mengantar Kroasia lolos ke Piala Dunia untuk ketujuh kalinya sejak 1994.
Modric: Mesin Waktu di Lini Tengah
BACA JUGA
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Garuda Hadapi Jalan Terjal, Kluivert Tetap Optimistis
Menang Tapi Belum Aman, Jerman Hadapi Laga Penentu Lawan Slovenia untuk Lolos Langsung ke Piala Dunia 2026
Peluang Indonesia Menuju Piala Dunia 2026: Antara Realita dan Harapan
Kroasia memulai laga dengan tekanan tinggi, tetapi justru kebobolan cepat pada menit ke-15 melalui aksi David Turi. Sebuah kehilangan bola dari Gvardiol berlanjut menjadi solo run dan tembakan berbelok yang mengecoh Livakovic.
Namun seperti biasa, ketika laga mulai berantakan, mata semua orang mencari nomor 10. Modric mengatur ulang ritme. Ia mungkin tak lagi meng-cover lapangan seluas era 2018, tetapi visi, ketenangan, dan distribusinya tetap menjadi metronom Kroasia.
Sepakan jarak jauhnya di babak pertama memang belum membuahkan gol, tetapi ia mengunci sebagian besar serangan Kroasia, memandu transisi, dan menjaga kesabaran tim ketika Faroe tampil disiplin.
Saat ia ditarik keluar usai satu jam laga, dengan skor sudah kembali memihak Kroasia, stadion berdiri memberi penghormatan. Modric sekali lagi membantu memberikan fondasi menuju kemenangan.
Perisic: Energi Abadi yang Mengubah Babak Kedua
Jika Modric maestro pengatur tempo, Ivan Perisic adalah piston yang tak henti memompa tenaga.
Meski usianya sudah 36 tahun tapi cara bermainnya seperti pemain 26 tahun. Perisic berlari, menekan, melewati lawan, dan menciptakan momentum.
Puncaknya datang pada menit ke-70 ketika ia melakukan aksi khasnya yang eksplosif dan penuh determinasi. Setelah melewati bek Faroe, ia memberi umpan matang ke Nikola Vlasic yang baru masuk, dan sontekan Vlasic memastikan skor 3-1.
Assist itu adalah bukti Perisic tetap menjadi pemain yang mampu memecah kebuntuan bahkan ketika fisik dan usia sudah menjadi perbincangan sejak sebelum kick-off.
Di era ketika regenerasi menjadi tuntutan, Kroasia justru masih menemukan solusi pada kaki Perisic.
Gvardiol Menebus Dosa, Musa Cetak Gol Perdana
Kemenangan ini memang punya subplot lain. Gvardiol membayar kesalahan gol pertama dengan gol penyeimbang delapan menit kemudian. Petar Musa mencetak gol perdana bersama Kroasia lewat kontrol dan penyelesaian klinis usai menerima umpan panjang Josip Stanisic. Vlasic mempertegas kedudukan lewat finishing rapi setelah menerima servis elegan Perisic.
Kemenangan ini memastikan Kroasia tak terkejar di puncak Grup L. Dengan 19 poin dan hanya satu laga tersisa, tiket ke Piala Dunia 2026 sudah aman.
Namun malam di Rijeka bukan hanya tentang klasemen. Ini adalah perayaan ketangguhan dua pemain yang menolak tunduk pada waktu. Modric dengan visinya. Perisic dengan energinya.
Keduanya menjadi jembatan antara masa keemasan Kroasia dan generasi penerus yang kini mulai bersinar.
Jika performa seperti ini terus berlanjut, Piala Dunia 2026 bukan sekadar panggung terakhir bagi kedua veteran itu melainkan kesempatan terakhir bagi pecinta sepak bola untuk menyaksikan dua ikon ini menulis bab penutup karier mereka dengan tinta emas.










