ID EN

Wisma Habibie Ainun: Rumah, Cinta dan Sejarah yang Hidup

Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:00

Penulis: Arif S

Ruang Pendopo di Wisma Habibie Ainun di Jakarta
Ruang Pendopo di Wisma Habibie Ainun di Jakarta.
Sumber: Antara

Di sebuah sudut tenang di Jalan Patra Kuningan, Jakarta, berdiri sebuah rumah yang penuh jejak cinta, kerja keras, dan sejarah bangsa. Dulu rumah ini menjadi kediaman pribadi sekaligus rumah kenegaraan Presiden ke-3 RI BJ Habibie dan istrinya, Hasri Ainun Habibie. Kini rumah ini bertransformasi menjadi Wisma Habibie Ainun.

Tempat ini dibuka secara terbatas untuk publik, memberi kesempatan langka bagi siapa saja yang ingin menyusuri jejak seorang presiden visioner.

Pendopo: Dari Musik Jazz hingga Demokrasi

Tur dimulai di Ruang Pendopo, yang awalnya adalah lapangan tenis keluarga sebelum berubah sejak 1992.

Dengan ornamen kayu, kaca, dan gebyok khas Jawa pilihan Ainun, ruangan ini kerap digunakan untuk jamuan makan malam dengan iringan musik jazz keroncong.

Namun, pendopo ini juga menjadi ruang bersejarah. Di sinilah Habibie bersama Ginanjar Kartasasmita merumuskan persiapan alih kekuasaan dan gagasan kebebasan pers. Kabinet terakhir Orde Baru pun pernah berkumpul di sini.

Di salah satu sudutnya, lemari kaca menyimpan tanda jasa Habibie dan Ainun, termasuk Bintang Republik Indonesia Adipurna.

Ruang Cinta yang Abadi

Selanjutnya, pengunjung menuju ruang persemayaman Habibie dan Ainun sebelum dimakamkan di TMP Kalibata.

Ruangan ini dijaga keasliannya, menghadirkan suasana sakral dan penuh cinta. Foto-foto kemesraan mereka terpajang di dinding, menjadi inspirasi banyak orang.

Habibie pernah berkata, ada tiga cinta di dunia yaitu kepada Ilahi, sesama manusia, dan karya manusia. Baginya, cinta kepada Ainun adalah pantulan cinta kepada Tuhan.

Pengunjung juga bisa merasakan “hadirnya” Habibie melalui wangi parfum khasnya yang disemprotkan ke kain, sebuah kebiasaan yang dikenang oleh cucunya, Puteri Habibie.

Foyer 3: Rumah yang Terbuka untuk Semua

Di dekatnya terdapat Foyer 3, tempat Habibie menerima tamu, menggelar rapat kabinet tak resmi, hingga open house Lebaran.

Ruang ini menunjukkan keramahan Habibie dan Ainun, yang menyambut semua orang tanpa membeda-bedakan, dari pejabat hingga rakyat biasa.

Lukisan ekspresionis karya Maria Tjui, seniman favorit Ainun, menghiasi dinding ruangan ini.

Bhineka Tunggal Ika: Indonesia dalam Satu Ruang

Perjalanan berlanjut ke Ruang Bhineka Tunggal Ika yang menampilkan panel budaya dari lima pulau besar Indonesia, lengkap dengan ornamen peta, flora-fauna laut, serta langit-langit bergambar kekayaan darat dan udara.

Panel-panel keagamaan, dari masjid hingga gereja, ikut dipajang, memperlihatkan harmoni keberagaman iman dan budaya.

Perpustakaan: Warisan Pencerahan

Untuk menuju perpustakaan, pengunjung melewati **Jembatan Pencerahan** di antara kolam ikan, simbol pentingnya menjembatani iman, budaya, dan ilmu pengetahuan.

Di dalamnya, tersimpan sekitar 5.000 buku tentang budaya. Meski dikenal sebagai teknokrat ulung, Habibie memilih perpustakaannya berisi literatur kebudayaan.

Miniatur pesawat N250 dan CN235 karyanya berdiri berdampingan dengan lukisan Basuki Abdullah tentang Habibie dan Ainun, perpaduan teknologi, seni, dan cinta.

Taman Intelektual: Jejak Langkah Sang Pemikir

Tur ditutup di Taman Intelektual, tempat Habibie berjalan dan merenung di masa tuanya.

Patung The Thinker karya Rodin, Ganesha, hingga Bodhisattva berdiri di sana, melambangkan kecerdasan dan perenungan.

Di antara bunga dan pepohonan yang menjadi kegemaran Ainun, pengunjung bisa membayangkan sosok Habibie yang tenggelam dalam pikirannya.

Sebuah Rumah, Sebuah Warisan

Kini Wisma Habibie Ainun dibuka terbatas untuk publik, sekaligus dapat digunakan untuk acara pernikahan, lamaran, atau pameran budaya.

Namun lebih dari sekadar ruang, tempat ini adalah warisan cinta dan intelektual. Sejarah hadir bukan hanya dalam benda, tapi juga aroma parfum, kursi, dan buku yang ditinggalkan.

Wisma Habibie Ainun adalah bukti bahwa cinta dan intelektualitas bisa hidup berdampingan dan abadi.(Antara)