ID EN

Liga Champions: Bayern Munchen Waspadai Kolektivitas PSG, Tak Ingin Luka Piala Dunia Antarklub Terulang

Selasa, 4 November 2025 | 11:00

Penulis: Arif S

Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany.
Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany mewaspadai PSG.
Sumber: Antara/Bayern Munchen

Atmosfer panas menyelimuti Parc des Princes jelang laga PSG vs Bayern Munchen di Liga Champuions pada Rabu 4 November 2025 dini hari WIB. Pertandingan ini bukan hanya soal perebutan puncak klasemen grup Liga Champions, tetapi juga ajang pembuktian bagi Bayern untuk menebus kekalahan mereka dari PSG di Piala Dunia Antarklub 2025.

Pelatih Bayern, Vincent Kompany menegaskan, timnya harus tampil sempurna untuk menaklukkan juara bertahan Eropa itu.

“Saya pikir Anda harus percaya bisa melakukannya, dan ini butuh permainan sempurna,” ujar Kompany dalam konferensi pers dikutip dari situs resmi klub, Selasa 3 November 2025.

Kompany sadar, menghadapi tim sekelas PSG bukan perkara mudah.

“Ini jawaban klasik. Mereka pemenang Liga Champions musim lalu dan favorit musim ini. Namun, kami tetap harus percaya pada peluang kami,” lanjutnya.

Bayern dan PSG Masih Sempurna

Bayern datang ke Paris dengan modal luar biasa, 15 kemenangan beruntun di semua kompetisi, tiga diantaranya di Liga Champions, rekor terbaik di antara lima liga top Eropa. Rekor tersebut bahkan memecahkan catatan AC Milan (13 kemenangan pada musim 1992/93).

Namun, PSG juga bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim asuhan **Luis Enrique** itu **tak terkalahkan dalam delapan laga terakhir** dan kini berada di puncak performa.

Salah satu ancaman terbesar bagi Bayern datang dari Ousmane Dembélé, pemenang Ballon d’Or 2025, yang pernah mencetak gol penentu saat PSG menyingkirkan Bayern di perempat final Piala Dunia Antarklub 2025.

Kompany tak ingin timnya mengulangi kesalahan yang sama.

“Dengan PSG, yang utama kolektivitas. Tak cukup hanya fokus pada satu pemain,” tegas Kompany.

“Ada aspek individu... tetapi yang membuat tim ini begitu kuat adalah mereka bekerja sebagai tim di semua fase permainan.”

Kedua tim memiliki statistik yang identik. Setelah tiga pertandingan di fase grup, PSG dan Bayern sama-sama mengoleksi 9 poin dari tiga kemenangan dengan selisih gol +8.

Kompany menyebut duel kali ini sebagai momen krusial dalam perburuan tiket ke babak knockout.

“Siapa pun yang menang besok akan melangkah besar untuk masuk delapan besar (dan lolos ke babak knockout),” kata pelatih muda asal Belgia itu.

Laga ini diyakini akan berjalan terbuka dengan intensitas tinggi, mengingat keduanya sama-sama mengandalkan permainan cepat dan pressing agresif.