ID EN

Aceh Jadi Magnet Baru Traveler Premium Asia Tenggara

Jumat, 3 Oktober 2025 | 14:07

Penulis: Respaty Gilang

Wisata Aceh
Aceh perlahan memikat hati para wisatawan kelas atas yang mencari destinasi baru di Asia Tenggara.
Sumber: (ANTARA/HO-Disbudpar Aceh)

Bagi para penjelajah yang haus akan pengalaman autentik, Aceh kini hadir sebagai destinasi yang tak hanya menawarkan panorama alam memesona, tapi juga kekayaan budaya yang sarat makna. Dalam beberapa bulan terakhir, provinsi dengan branding “The Light of Aceh” ini mencatat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia, sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu gerbang wisata premium Indonesia.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Aceh, Akmal Fajar, menyebutkan tren ini terus menanjak.

“Alhamdulillah, tren kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari negeri jiran Malaysia, terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan,” katanya di Banda Aceh, Kamis, 3 Oktober 2025.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mendukung pernyataan tersebut, pada Agustus 2025, tercatat 4.314 kunjungan wisatawan asing, naik 4,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan melonjak 41,81 persen dari tahun lalu. Angka ini bukan sekadar statistik, tapi juga cerminan bagaimana Aceh perlahan-lahan memikat hati para wisatawan kelas atas yang mencari destinasi baru di Asia Tenggara.

Strategi dan Sentuhan Premium

Pertumbuhan wisata ini tentu bukan datang begitu saja. Pemerintah Aceh bersama InJourney dan sejumlah mitra strategis menggelar forum Culture and Destination Development (CDD), sebuah ajang kolaborasi lintas sektor yang memperkuat arah pengembangan destinasi. Dari bandara, maskapai penerbangan, asosiasi pariwisata hingga pelaku usaha, semua berpadu untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang seamless dan berkelas.

Branding “The Light of Aceh” semakin digemakan, mengangkat berlapis-lapis daya tarik, mulai dari wisata religi yang menenangkan, jejak sejarah yang dalam, pesona bahari dengan laut biru jernih, hingga kuliner khas Aceh yang kaya rempah. Promosi ini juga menyatu dengan kampanye nasional Kemenparekraf untuk menjangkau pasar utama Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Thailand—pasar wisatawan yang lekat dengan segmen menengah atas.

Kalender Eksklusif Pengalaman Aceh

Untuk wisatawan yang haus akan pengalaman berbeda, Aceh menyiapkan 42 agenda wisata, budaya, dan ekonomi kreatif dalam program Khazanah Piasan Nanggroe 2025. Dari festival seni yang penuh warna, pertunjukan budaya yang memukau, hingga event ekonomi kreatif dengan sentuhan modern, semuanya dirancang untuk menghadirkan pengalaman autentik sekaligus eksklusif.

“Melalui penguatan konektivitas udara, peningkatan daya tarik destinasi, serta kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Aceh berkomitmen untuk menjadikan Aceh sebagai destinasi wisata yang terkoneksi, inklusif, dan berkelanjutan,” terang Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal.

The Light of Aceh: Lebih dari Sekadar Destinasi

Bagi traveler premium, Aceh bukan sekadar tempat singgah tapi juga perjalanan menuju pengalaman yang meninggalkan jejak emosional. Keindahan pantai Sabang dengan pasir putihnya, khazanah kuliner kopi Gayo yang mendunia, hingga keramahan masyarakat lokal yang menyambut dengan hangat, semuanya berpadu menciptakan narasi perjalanan yang tak mudah dilupakan.

Aceh tidak lagi hanya berbicara tentang destinasi, melainkan tentang bagaimana sebuah perjalanan bisa memberi arti baru. Inilah saatnya melihat The Light of Aceh bukan sekadar slogan, tapi realitas ikon pariwisata yang bersinar, menghubungkan cerita lama dengan pengalaman baru yang relevan bagi wisatawan dunia. (Antara)