Meski Proposal Dibatalkan, UEFA Tetap Ancam Boikot Kompetisi FIFA
Jumat, 7 Agustus 2026 | 09:03
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: UEFA.com
Hubungan antara UEFA dan FIFA masih belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menegaskan bahwa ancaman boikot terhadap berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, masih tetap menjadi opsi meski rencana penjualan saham komersial turnamen tersebut telah dibatalkan.
UEFA menilai pembatalan proposal saja belum cukup untuk memulihkan kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Organisasi tersebut meminta FIFA memberikan jaminan agar kebijakan serupa tidak kembali muncul di masa mendatang.
"Bagi kami, tidak ada yang berubah (ancaman boikot). Pertama, proposal penjualan kompetisi utama harus dibatalkan sepenuhnya. Kedua, harus ada jaminan bahwa upaya yang dapat merusak sepak bola seperti itu tidak akan pernah dilakukan lagi. Syarat-syarat tersebut belum dipenuhi," demikian pernyataan UEFA yang dikutip The Guardian.
BACA JUGA
Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Muncul di Eropa, Respons Rencana Trump Caplok Greenland
Kontroversi Format Piala Dunia 2026, 13 Federasi Tegaskan Setiap Laga Punya Arti
FIFA Batal Jual Saham Piala Dunia, Proyek FIFA Forward Enterprise Resmi Dihentikan
UEFA sebelumnya telah menyampaikan hilangnya kepercayaan terhadap Gianni Infantino. Organisasi itu juga mengkritik rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise yang dinilai tidak transparan karena disusun tanpa proses yang terbuka.
Perusahaan tersebut sebelumnya dipersiapkan untuk mengelola penjualan sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
FIFA Akui Kesalahan dalam Penyusunan Proposal
Di tengah gelombang kritik dari berbagai pihak, FIFA akhirnya mengakui adanya kekeliruan dalam proses penyusunan proposal tersebut. Badan sepak bola dunia itu bahkan menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada Dewan FIFA serta seluruh asosiasi anggotanya.
Dalam pernyataannya, FIFA mengakui bahwa proses penanganan rencana tersebut seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang berbeda.
Permintaan maaf itu muncul setelah proposal penjualan sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia yang diperkirakan bernilai 20 miliar dolar Amerika Serikat mendapat penolakan luas dari berbagai federasi.
Sebagai tindak lanjut, FIFA memutuskan membatalkan proposal tersebut.
UEFA Tunggu Jaminan dari FIFA
Meski proposal penjualan saham komersial telah dicabut, UEFA menegaskan bahwa keputusan tersebut belum cukup untuk mengakhiri ketegangan dengan FIFA.
Badan sepak bola Eropa itu memastikan sikapnya tetap sama hingga FIFA memenuhi tuntutan yang telah disampaikan, termasuk memberikan jaminan bahwa kebijakan serupa tidak akan kembali diajukan di masa depan.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!