ID EN

Kontroversi Format Piala Dunia 2026, 13 Federasi Tegaskan Setiap Laga Punya Arti

Senin, 15 Juni 2026 | 09:22

Penulis: Respaty Gilang

UEFA
UEFA.
Sumber: UEFA.com

Tiga belas federasi Sepak Bola dari berbagai kawasan dunia menyampaikan sikap bersama sebagai respons terhadap komentar Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, terkait format baru serta perluasan peserta Piala Dunia FIFA.

Federasi-federasi tersebut berasal dari Afrika, Karibia, Asia Tengah, dan sejumlah wilayah lain. Mereka menilai kritik yang dilontarkan Ceferin terhadap format baru Piala Dunia, termasuk anggapannya bahwa banyak pertandingan kualifikasi kurang menarik, tidak mencerminkan realitas yang dihadapi banyak negara dalam perjuangan menuju putaran final.

"Bagi negara-negara kami, tidak ada pertandingan Piala Dunia FIFA yang tidak penting. Lolos ke Piala Dunia FIFA merupakan pencapaian bersejarah dan perwujudan mimpi yang diwariskan dari generasi ke generasi,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut melalui akun X Federasi Sepak Bola Maroko pada Senin, 15 Juni 2025.

Dokumen tersebut ditandatangani oleh federasi sepak bola Senegal, Tanjung Verde, Curacao, Uzbekistan, Kongo, Haiti, Aljazair, Tunisia, Maroko, Mesir, Ghana, Pantai Gading, dan Afrika Selatan.

Mereka menegaskan bahwa pandangan yang menganggap sebagian laga kualifikasi tidak signifikan telah mengesampingkan perjuangan panjang yang dijalani para pemain, pelatih, klub, pengurus federasi, hingga jutaan pendukung sepak bola di berbagai negara.

Menurut mereka, perjalanan menuju Piala Dunia tidak dibangun dalam waktu singkat. Setiap negara menginvestasikan sumber daya, menyusun perencanaan matang, dan bekerja keras selama bertahun-tahun demi mewujudkan impian tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.

Pernyataan itu juga menyoroti peran sepak bola sebagai simbol persatuan dan kebanggaan nasional. Di balik setiap tim nasional, terdapat komunitas besar yang menjadikan olahraga ini sebagai sumber harapan sekaligus alat pemersatu masyarakat.

Koalisi federasi tersebut menegaskan bahwa sepak bola merupakan olahraga milik seluruh dunia dan tidak boleh dipandang hanya dari sudut pandang kelompok tertentu atau segelintir pengambil keputusan.

“Piala Dunia FIFA adalah kompetisi sepak bola terbesar di dunia justru karena mempertemukan budaya, sejarah, dan perjalanan sepak bola yang berbeda-beda,” tulis mereka, seraya menyatakan tampil dalam Piala Dunia sering kali memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar pencapaian olahraga.

Bagi banyak negara berkembang, keberhasilan lolos ke putaran final Piala Dunia bukan hanya prestasi di lapangan. Momen tersebut juga mampu menginspirasi Generasi Muda, mendorong perkembangan sepak bola nasional, serta menciptakan kenangan berharga yang bertahan sepanjang hidup.

Menutup pernyataan bersama itu, para federasi meminta agar setiap negara yang berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia mendapatkan penghormatan yang setara atas perjuangan dan pencapaian mereka.

“Setiap negara yang lolos pantas mendapatkan rasa hormat. Setiap tim lolos berdasarkan prestasi. Setiap pertandingan memiliki arti,” tegas mereka.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!