ID EN

ITDC Pasang Target 145.000 Penonton MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika

Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:00

Penulis: Arif S

Sirkuit Pertamina Mandalika
Sirkuit Pertamina Mandalika Nusa Tenggara Barat di Lombok Tengah.
Sumber: Antara/Akhyar Rosidi

MotoGP Indonesia 2026 akan berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 9-11 Oktober mendatang. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menargetkan 145.000 penonton atau meningkat 15,7 persen dibanding tahun sebelumnya.  

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Warokka, mengatakan persiapan terus dimatangkan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Polda NTB.

Dalam pertemuan bersama Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja di Mataram, ITDC memaparkan kesiapan mulai dari pengelolaan kawasan, pengaturan akses dan mobilitas pengunjung, kesiapan operasional lintas fungsi, hingga berbagai aktivasi kawasan.

"Penguatan koordinasi dilakukan seiring semakin besarnya skala penyelenggaraan MotoGP Indonesia dari tahun ke tahun," ujarnya.

Selain menargetkan peningkatan jumlah penonton, ITDC menyoroti besarnya dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Indonesia. Troy mengungkapkan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia telah menghasilkan multiplier effect ekonomi nasional mencapai Rp4,96 triliun.

Ajang balap paling bergengsi ini memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan kawasan The Mandalika. Hingga 2025, MotoGP telah mendorong investasi baru senilai Rp713 miliar.

"Hingga tahun 2025, event ini telah mendorong investasi baru senilai Rp713 miliar di Kawasan The Mandalika," katanya.

Dampak positif dirasakan masyarakat lokal. MotoGP 2025 tercatat menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja asal NTB, dengan sekitar 67 persen berasal dari Kabupaten Lombok Tengah. 

Selain itu, sebanyak 202 UMKM kuliner dan kerajinan terlibat langsung dalam penyelenggaraan, ditambah lebih dari 600 UMKM di sekitar kawasan sirkuit dan Kuta Mandalika.

Tingginya antusiasme pengunjung tercermin dari okupansi hotel mencapai 100 persen di kawasan The Mandalika dan rata-rata 90 persen di Kota Mataram. 

Untuk mengakomodasi lonjakan wisatawan, maskapai bahkan menambah 44 penerbangan ekstra menuju NTB selama penyelenggaraan MotoGP sebelumnya.

"Selama penyelenggaraan sebelumnya, tingkat hunian hotel mencapai 100 persen di kawasan The Mandalika dan rata-rata 90 persen di Kota Mataram, disertai penambahan 44 penerbangan ekstra menuju Nusa Tenggara Barat untuk mengakomodasi tingginya mobilitas wisatawan," pungkasnya.

Dengan target penonton lebih banyak pada 2026, aspek keamanan menjadi perhatian utama. Polda NTB telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan tahun sebelumnya sebagai dasar penyempurnaan strategi pengamanan.

Evaluasi mencakup penguatan koordinasi lintas instansi, optimalisasi pengamanan kawasan, pengelolaan arus penonton, rekayasa lalu lintas, hingga peningkatan kesiapsiagaan operasional agar MotoGP Indonesia 2026 dapat berlangsung aman, nyaman, dan sukses.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!