John Herdman Terkesan dengan Thom Haye, Gelandang Serbabisa yang Bikin Vietnam Waspada
Senin, 3 Agustus 2026 | 17:00
Penulis: Rojes Saragih

Sumber: Ilustrasi AI ITSMe
Bogor, ITSMe – Di tengah banyaknya sorotan kepada para pencetak gol Timnas Indonesia, John Herdman justru melontarkan pujian khusus kepada sosok yang menjadi "otak" permainan Garuda.
Pelatih asal Inggris itu mengaku paling terkesan dengan Thom Haye, gelandang yang dinilainya memiliki kemampuan beradaptasi luar biasa dan menjadi salah satu fondasi permainan Indonesia di Piala AFF 2026.
Menjelang duel krusial melawan Vietnam pada lanjutan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026), John Herdman kembali menegaskan pentingnya peran Thom Haye.
BACA JUGA
Indonesia vs Vietnam: Pertandingan yang Menentukan Apakah Garuda Benar-Benar Naik Kelas
Indonesia vs Vietnam: Apa yang Harus Dibenahi Timnas Indonesia?
MITCHELL BAKER HATTRICK! Timnas Indonesia Bungkam Kamboja 5-1 | Piala AFF 2026
Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, pelatih Timnas Indonesia itu menyebut Thom bukan sekadar gelandang yang piawai mengatur tempo, tetapi juga pemain yang mampu menjalankan berbagai peran tanpa kehilangan kualitas permainannya.
"Mengenai Thom, saya benar-benar terkesan dengan performanya. Dia menunjukkan tingkat adaptabilitas yang tinggi," kata Herdman.
Pujian itu bukan tanpa alasan. Sepanjang turnamen, Herdman beberapa kali mengubah peran Thom sesuai kebutuhan tim. Ia pernah dimainkan sebagai inside forward, penyerang utama, hingga kembali ke posisi naturalnya sebagai gelandang tengah.
Yang menarik, perubahan posisi tersebut tidak membuat performa Thom menurun. Sebaliknya, ia tetap mampu memberikan pengaruh besar terhadap permainan Indonesia.
Bukan Hanya Gelandang, tetapi Pemain Serbabisa
Dalam dua pertandingan awal Piala AFF 2026, Thom Haye menjadi salah satu pemain paling produktif di skuad Garuda.
Ia membukukan tiga assist saat Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1, kemudian mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas ketika Garuda menundukkan Timor Leste 3-0. Menurut Herdman, kontribusi itu menunjukkan kualitas teknis Thom berada pada level yang berbeda.
"Bagi kami, dia adalah pemain yang penting," ujar Herdman.
Menariknya, Herdman tidak hanya melihat Thom sebagai seorang gelandang. Ia menilai pemain berusia 31 tahun itu mampu bermain lebih maju ketika tim membutuhkan kreativitas maupun penyelesaian akhir.
Kemampuan menghasilkan assist sekaligus mencetak gol membuat Thom menjadi salah satu pemain paling fleksibel dalam sistem permainan Indonesia.
Adaptabilitas yang Dibentuk Selama Bertahun-tahun
Kemampuan beradaptasi yang dipuji Herdman sejatinya bukan sesuatu yang lahir dalam semalam.
Thom Haye merupakan produk akademi AZ Alkmaar, salah satu klub yang dikenal memiliki sistem pembinaan pemain terbaik di Belanda.
Ia kemudian meniti karier profesional bersama Willem II, Lecce di Italia, ADO Den Haag, NAC Breda, Heerenveen, hingga Almere City sebelum memutuskan bergabung dengan Persib Bandung pada Agustus 2025.
Pengalaman bermain di berbagai kompetisi dan filosofi sepak bola itulah yang membentuk karakter permainannya.
Saat masih muda, Thom dikenal sebagai gelandang serang. Dalam perjalanannya, ia juga pernah dimainkan sebagai winger kiri sebelum akhirnya berkembang menjadi gelandang tengah yang mampu mengatur ritme permainan sekaligus menjaga keseimbangan tim.
Perubahan peran tersebut menjadikan Thom sebagai pemain yang nyaman ditempatkan di berbagai posisi, sebuah kualitas yang kini sangat dihargai oleh Herdman.
Pengalaman Internasional Jadi Modal Besar
Sebelum memilih membela Indonesia melalui proses naturalisasi pada 2024, Thom Haye lebih dulu mengukir prestasi bersama tim nasional Belanda kelompok umur.
Ia pernah memperkuat Belanda dari level U-15 hingga U-21 dan menjadi bagian dari skuad yang dua kali menjuarai UEFA European Under-17 Championship pada 2011 dan 2012.
Pengalaman itulah yang membuat Thom datang ke Timnas Indonesia bukan hanya dengan kualitas teknik, tetapi juga kematangan dalam membaca permainan.
Debutnya bersama Garuda pun berlangsung impresif. Saat menghadapi Vietnam pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret 2024, Thom langsung menyumbang satu assist dalam kemenangan 3-0 Indonesia.
Kini, lebih dari dua tahun kemudian, ia kembali diproyeksikan menjadi pengatur permainan saat Indonesia kembali bertemu Vietnam di Piala AFF 2026.
Diakui Pelatih, Diwaspadai Lawan
Besarnya pengaruh Thom Haye tidak hanya diakui oleh pelatihnya sendiri.
Pelatih Vietnam, Kim Sang Sik, mengungkapkan bahwa timnya telah mempelajari permainan Indonesia dan memberikan perhatian khusus kepada Thom Haye.
Menurut Kim, kualitas umpan dan visi bermain gelandang Persib Bandung itu menjadi salah satu ancaman terbesar yang harus diantisipasi Vietnam.
Pengakuan dari kubu lawan semakin mempertegas bahwa peran Thom telah berkembang jauh melampaui statistik gol dan assist.
Jika Herdman melihatnya sebagai pemain dengan adaptabilitas tinggi, maka Vietnam melihat Thom sebagai pusat kreativitas permainan Indonesia yang harus dibatasi ruang geraknya.
Salah Satu Gelandang Termahal di Super League
Kepercayaan Herdman juga sejalan dengan reputasi Thom di level klub.
Gelandang kelahiran Amsterdam, 9 Februari 1995, itu kini menjadi salah satu pemain dengan nilai pasar tertinggi di Super League Indonesia. Berdasarkan pembaruan Transfermarkt pada Mei 2026, nilai pasarnya mencapai sekitar Rp15,64 miliar.
Namun angka tersebut hanyalah gambaran dari kualitas yang ia miliki. Nilai terbesar Thom justru terletak pada kemampuannya membaca permainan, menjaga tempo, menghubungkan lini belakang dengan lini depan, sekaligus tampil efektif ketika diberi peran berbeda.
Lebih dari Sekadar Statistik
Dalam sepak bola modern, pemain yang mampu memainkan banyak peran sering kali menjadi pembeda dalam pertandingan besar.
Thom Haye adalah contoh nyata dari profil tersebut. Ia bukan pemain yang hanya mengandalkan kreativitas sebagai playmaker, tetapi juga mampu membantu transisi bertahan, mengontrol ritme permainan, hingga muncul sebagai pembuat assist maupun pencetak gol ketika dibutuhkan.
Itulah sebabnya Herdman tidak sekadar memuji statistik Thom. Yang paling dihargai sang pelatih adalah kemampuannya memahami permainan dan beradaptasi dengan berbagai tuntutan taktik.
Kini, ujian berikutnya telah menanti.
Duel melawan Vietnam akan menjadi kesempatan bagi Thom Haye untuk kembali membuktikan bahwa pujian John Herdman bukan sekadar bentuk apresiasi sesaat, melainkan cerminan dari peran vital yang kini ia emban sebagai penggerak utama permainan Timnas Indonesia.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!