Efek Piala Dunia 2026! Tanjung Verde Mendadak Jadi Destinasi Liburan yang Diburu Wisatawan
Minggu, 5 Juli 2026 | 14:00
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Canva
Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan cerita di atas lapangan hijau. Di balik kejutan yang dibuat tim nasional Tanjung Verde, negara kepulauan kecil di lepas pantai Afrika Barat itu kini menikmati dampak besar bagi sektor pariwisatanya. Popularitas yang melesat selama turnamen membuat Tanjung Verde mendadak masuk dalam daftar destinasi yang ingin dikunjungi banyak wisatawan dunia.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa ajang olahraga terbesar di dunia mampu mengubah nasib sebuah destinasi. Ketika jutaan pasang mata tertuju ke lapangan, perhatian yang sama ikut mengarah pada negara asal para pemain.
Berdasarkan data mesin pencari perjalanan KAYAK, pencarian tiket pesawat dari Inggris menuju Tanjung Verde melonjak hingga 65 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kenaikannya mencapai 34 persen. Lonjakan tersebut mulai terlihat sejak Piala Dunia 2026 bergulir pada 11 Juni.
BACA JUGA
Setelah Tahan Spanyol, Tanjung Verde Siap Beri Ujian Berat untuk Uruguay
Tanjung Verde Bikin Kejutan Lagi, Duel Sengit Lawan Uruguay Berakhir Imbang 2-2
Tahan Spanyol dan Uruguay, Tanjung Verde Jadi Fenomena Piala Dunia 2026
Performa impresif Tanjung Verde menjadi pemicu utama meningkatnya rasa penasaran wisatawan. Mengutip Daily Mail, sorotan dunia mulai mengarah ke negara tersebut saat kiper Tanjung Verde, Vozinha, tampil luar biasa dengan menggagalkan sejumlah peluang Spanyol hingga laga pembuka berakhir imbang tanpa gol.
Penampilan itu bukan hanya menuai pujian, tetapi juga membuat banyak orang untuk pertama kalinya mencari tahu tentang Tanjung Verde.
"Kalau sebelumnya Anda belum pernah mendengar Tanjung Verde, sekarang pasti sudah. Mereka langsung menjadi tim yang patut diperhatikan setelah mengejutkan Spanyol," tulis seorang netizen di Platform Reddit.
Komentar serupa juga bermunculan dari pengguna media sosial yang mengaku baru mengenal negara tersebut setelah tampil di panggung Piala Dunia.
"Saya tahu negara itu ada, tetapi hampir tidak pernah mendengar orang membicarakannya. Negaranya kecil, penduduknya sekitar setengah juta jiwa, dan jarang muncul dalam berita internasional atau pelajaran sejarah di sekolah," bunyi komentar lainnya.
Bahkan, ada pula yang mengaku baru benar-benar tertarik mengetahui Tanjung Verde setelah turnamen berlangsung.
"Kalaupun saya pernah tahu, saya baru benar-benar memikirkannya setelah Piala Dunia 2026 ini," tulis komentar lainnya.
Dari Tim Kuda Hitam Menjadi Destinasi Liburan yang Diburu
Popularitas Tanjung Verde di Piala Dunia ternyata membawa efek domino bagi industri wisata. Negara yang selama ini lebih dikenal di kalangan pelancong Eropa itu kini mulai menarik perhatian wisatawan dari berbagai belahan dunia.
Sektor pariwisata memang menjadi tulang punggung ekonomi Tanjung Verde. Wisatawan mancanegara menyumbang sekitar 94,7 persen dari total kunjungan ke negara tersebut. Sementara itu, Inggris masih menjadi pasar wisata terbesar dengan kontribusi mencapai 26,9 persen pada awal 2025.
Meningkatnya pencarian penerbangan menunjukkan bahwa eksposur global dari ajang olahraga dapat menjadi promosi wisata yang sangat efektif. Tidak sedikit calon pelancong yang penasaran ingin melihat langsung keindahan negara yang sukses mencuri perhatian di Piala Dunia 2026.
Pulau Sal, Surga Pantai yang Wajib Masuk Wishlist
Bagi wisatawan yang berencana menjelajahi Tanjung Verde, Pulau Sal menjadi destinasi paling populer. Pulau ini terkenal dengan hamparan pantai berpasir putih, air laut berwarna biru jernih, serta cuaca tropis yang nyaman hampir sepanjang tahun.
Selain menawarkan suasana santai, Sal juga menjadi surga bagi pencinta olahraga air seperti selancar angin, kitesurfing, snorkeling, hingga diving. Infrastruktur pariwisatanya pun tergolong lengkap dengan berbagai pilihan resort, hotel, dan restoran.
Menurut KAYAK, bulan November merupakan waktu terbaik untuk mengunjungi Tanjung Verde. Pada periode tersebut curah hujan relatif rendah, suhu rata-rata berkisar 25 derajat Celsius, dan harga tiket pesawat bisa sekitar 21 persen lebih murah dibandingkan rata-rata sepanjang tahun.
Fenomena Tanjung Verde membuktikan bahwa sebuah penampilan gemilang di panggung olahraga dunia bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan potensi wisata kepada jutaan orang. Kini, negara kepulauan yang sebelumnya kurang dikenal itu perlahan menjelma menjadi salah satu destinasi yang layak masuk daftar liburan berikutnya.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!