ID EN

Menjemput Wisatawan dari Langit: Enam Pesona Kalsel Sambut Wisatawan Dunia

Selasa, 21 Oktober 2025 | 17:29

Penulis: Arif S

Bekantan
Bekantan (Nasalis larvatus) hewan khas Kalimantan Selatan.
Sumber: Pixabay

Penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Bandara Internasional Syamsudin Noor menandai babak baru bagi pariwisata Kalimantan Selatan (Kalsel). Dari balik jendela bandara, panorama Pegunungan Meratus seakan menyambut dengan lembut, simbol harapan baru untuk pariwisata Bumi Lambung Mangkurat.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady, menyebut penerbangan internasional ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya Kalsel kepada dunia.

“Destinasi prioritas ini tentu menjadi andalan kami untuk ditawarkan kepada wisatawan mancanegara yang tiba dari Malaysia,” ujar Iwan di Banjarbaru, Senin.

Enam Pesona yang Siap Memikat Wisatawan Dunia

Iwan menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan enam destinasi prioritas yang akan menjadi wajah pariwisata Kalsel di mata wisatawan asing. 

Semuanya mewakili keunikan lanskap dan kearifan lokal Kalimantan Selatan dari pegunungan, sungai, rawa, hingga situs religi yang sarat sejarah.

1. Bambu Rafting Loksado, Hulu Sungai Selatan

Di tengah hutan tropis Pegunungan Meratus, wisatawan bisa merasakan sensasi bamboo rafting di Sungai Amandit. Perahu bambu yang meluncur di antara jeram kecil ini menjadi simbol petualangan khas suku Dayak Meratus.

2. Kerbau Rawa di Danau Panggang, Hulu Sungai Utara

Pemandangan kerbau rawa yang berendam di perairan dangkal menjadi daya tarik unik. Saat matahari terbit, pantulan cahaya di permukaan air menciptakan panorama eksotis yang sulit dilupakan.

3. Tahura Sultan Adam, Mandiangin, Kabupaten Banjar

Taman hutan raya ini menjadi surga bagi pecinta alam. Air terjun, pepohonan rindang, dan udara sejuk membuat wisatawan merasa seperti melangkah ke dunia yang masih perawan.

4. Wisata Ekosistem Mangrove dan Bekantan di Barito Kuala

Di bawah megahnya Jembatan Barito, wisatawan bisa berlayar menyusuri sungai sambil mengamati bekantan, primata berhidung panjang yang menjadi ikon Kalimantan. Ekowisata ini bukan hanya indah, tapi juga edukatif.

5. Pasar Terapung Lok Baintan, Sungai Tabuk

Inilah denyut nadi kehidupan sungai Kalimantan. Perempuan-perempuan Banjar menjajakan hasil bumi dari atas jukung (perahu kayu), sambil tersenyum ramah menyambut wisatawan yang datang.

6. Wisata Religi Sekumpul dan Datu Kalampayan, Martapura

Ziarah ke makam Guru Sekumpul dan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari bukan hanya perjalanan spiritual, tapi juga napak tilas sejarah Islam di Kalimantan.

Pembenahan Menuju Kelas Dunia

Iwan menegaskan, keenam destinasi tersebut kini tengah dibenahi secara bertahap, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan wisata.

“Selain lokasinya dibuat semakin nyaman dan ramah wisatawan, tentu akses jalur menuju lokasi hingga ketersediaan layanan transportasi juga kami perhatikan,” jelasnya.

Langkah itu sejalan dengan target pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing sebesar lima persen setelah adanya penerbangan internasional reguler.

Angka Bicara

Dinas Pariwisata mencatat, sepanjang tahun 2024 jumlah kunjungan wisatawan ke Kalsel mencapai 19.928.436 orang, terdiri dari 19.910.573 wisatawan nusantara dan 17.863 wisatawan asing. Angka ini diperkirakan akan melonjak seiring konektivitas udara yang semakin terbuka.

“Targetnya ada peningkatan lima persen kunjungan wisatawan asing dari tahun sebelumnya setelah adanya penerbangan internasional,” kata Iwan.

Gerbang Baru ke Kalimantan Selatan

Dengan empat jadwal penerbangan internasional tiap minggu, setiap Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu, Kalsel tak lagi hanya menjadi nama di peta. 

Ia menjelma menjadi gerbang selatan Kalimantan yang siap menyambut dunia dengan senyum hangat warganya, gemericik sungai, dan aroma rempah pasar terapung.

Di Banjarmasin, pagi dimulai bukan dengan deru kendaraan, tapi dengan sapaan ramah dari atas jukung di Sungai Martapura. 

Di Loksado, arus sungai membawa tawa petualang. Dan di Sekumpul, lantunan doa bercampur udara sejuk pegunungan.

Kalimantan Selatan kini tak hanya bersiap menerima tamu tapi mengundang dunia untuk merasakan harmoni antara alam, budaya, dan spiritualitas yang hidup di setiap sudutnya.(Antara) 

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!