ID EN

Siapa Pengganti Kluivert? Ini Deretan Kandidat Pelatih Timnas Indonesia dari Lokal hingga Asing

Selasa, 21 Oktober 2025 | 11:49

Penulis: Arif S

Patrick Kluivert
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert.
Sumber: PSSI

Setelah PSSI resmi berpisah dengan Patrick Kluivert, kursi panas pelatih tim nasional Indonesia kembali menjadi topik hangat. Siapa yang pantas menggantikan mantan bintang Barcelona itu? Apakah dari pelatih lokal yang paham kultur sepak bola Indonesia, atau sosok asing dengan jam terbang tinggi di level internasional?

1. Stefano Cugurra “Teco” (Bali United)

Pelatih asal Brasil ini sudah menjadi ikon di Liga 1. Dua kali juara bersama Bali United, strateginya efisien dan stabil. Teco dikenal mampu membangun tim yang solid tanpa banyak drama.

Meski berpengalaman di Indonesia, Teco cenderung pragmatis. Banyak yang khawatir gaya bermainnya terlalu bertahan untuk timnas haus gol. Selain itu, ia belum pernah melatih tim nasional mana pun.

2. Bojan Hodak (Persib Bandung)

Bojan memiliki DNA juara. Sejak menangani Persib, performa Maung Bandung melonjak. Gaya mainnya disiplin dan efektif, sesuatu yang sering hilang di timnas.

Namun, Bojan dikenal sebagai pelatih keras kepala yang menuntut banyak kedisiplinan. Di level tim nasional yang waktu latihannya terbatas, pendekatan seperti ini bisa menjadi tidak cocok.

3. Rahmad Darmawan (Barito Putera)

Pelatih kawakan ini sudah kenyang pengalaman di berbagai level. Ia paham kultur pemain lokal dan tahu bagaimana memotivasi pemain muda.

Namun, terkadang gaya taktiknya dinilai konservatif. Dalam sepak bola modern yang menuntut fleksibilitas, RD dianggap belum banyak beradaptasi dengan tren baru.

4. Shin Tae-yong (Korea Selatan) 

Shin Tae-yong sudah paham betul dengan karakter pemain Indonesia. Di Bawah asuhannya, timnas U-23 dan senior mengalami perkembangan signifikan, terutama dalam hal mental bertanding dan disiplin.

Namun, Shin pernah berselisih dengan beberapa pihak di internal PSSI. Kembalinya ia ke kursi pelatih bisa memicu gesekan baru, apalagi dengan ekspektasi tinggi publik.

5. Luis García Plaza (Spanyol)

Eks pelatih Mallorca dan Villarreal B ini dikenal punya pendekatan modern dan pandai mengembangkan pemain muda. Gaya mainnya menyerang dan dinamis, cocok untuk timnas yang ingin tampil atraktif.

Kekurangan Garcia, belum pernah melatih di Asia, apalagi memahami karakter pemain Indonesia. Butuh waktu adaptasi yang panjang, sementara publik ingin hasil cepat.

6. Alexandre Gama (Thailand/Muangthong United)

Sudah berpengalaman di Asia Tenggara, termasuk sukses di Thailand. Gama punya reputasi sebagai pelatih dengan filosofi menyerang dan gemar memberi kepercayaan pada pemain muda.

Namun, karakter Gama yang ekspresif bisa bentrok dengan atmosfer sepak bola Indonesia yang penuh tekanan dan ekspektasi tinggi.

Jadi, Siapa yang Paling Ideal?

Kalau bicara soal adaptasi cepat dan stabilitas, nama Teco dan Bojan Hodak layak jadi pertimbangan. Tapi jika PSSI berani berpikir jangka panjang, pelatih asing seperti Luis García Plaza bisa membuka babak baru bagi sepak bola Indonesia dengan gaya bermain lebih modern.

Siapa pun pelatihnya nanti, tantangan terbesarnya bukan hanya di taktik tapi juga bagaimana membangun mental tim Garuda agar siap terbang lebih tinggi lagi.***