Fakta Seputar Candi Prambanan, Mahakarya Agung Lebih dari Sekadar Legenda Roro Jonggrang
Kamis, 11 Juni 2026 | 16:50
Penulis: Arif S

Sumber: Kemenpar
Candi Prambanan berdiri megah di perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Candi Hindu terbesar di Indonesia ini telah lama menjadi salah satu Destinasi Wisata unggulan yang selalu masuk daftar Kunjungan Wisatawan.
Lokasi Candi Prambanan mudah dijangkau karena berada di jalur utama Yogyakarta-Solo. Tak heran kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahan arsitektur kuno sekaligus menyelami sejarah panjang peradaban Nusantara.
Namun di balik kemegahannya, banyak fakta menarik tentang Candi Prambanan belum diketahui orang, mulai dari sejarah pembangunannya, asal-usul namanya, hingga kisah legendaris Roro Jonggrang.
BACA JUGA
Menyusuri Spiritualitas dan Budaya di Prambanan Shiva Festival 2026
Cirebon Punya Potensi Besar Jadi Destinasi Wisata Lengkap Saat Libur Lebaran
Semarak Muharram, Festival Tabut 2026 Daya Tarik Wisatawan ke Bengkulu
1. Candi Prambanan dibangun pada Abad ke-9
Salah satu kesalahpahaman paling sering muncul adalah anggapan Candi Prambanan dibangun dalam semalam oleh Bandung Bondowoso dengan bantuan jin.
Faktanya, berdasarkan Prasasti Siwagrha bertarikh 778 Saka atau 856 Masehi, pembangunan candi ini dimulai oleh Raja Rakai Pikatan, kemudian dilanjutkan serta diperluas oleh Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu pada masa Kerajaan Medang atau Mataram Kuno.
Artinya, usia Candi Prambanan saat ini telah melampaui 1.100 tahun dan menjadi salah satu peninggalan sejarah paling berharga di Indonesia.
2. Nama Asli Candi Prambanan Adalah Candi Siwagrha
Nama asli Candi Prambanan sebenarnya adalah Siwagrha. Nama tersebut berasal dari bahasa Sanskerta. Shiva berarti Dewa Siwa dan Grha yang berarti rumah. Dengan demikian, Siwagrha dapat diartikan sebagai "Rumah Siwa".
Hal ini diperkuat dengan keberadaan arca Siwa di ruang utama Candi Siwa yang menjadi pusat kompleks candi tersebut.
3. Asal Usul Nama Prambanan
Nama Prambanan diyakini berasal dari desa tempat candi berada. Sejumlah ahli menduga kata Prambanan merupakan perubahan dialek Jawa dari istilah "Para Brahman", merujuk pada kaum brahmana atau pemuka agama Hindu yang dahulu banyak menetap di kawasan tersebut.
4. Bukan Seribu Candi
Julukan "Candi Seribu" sering dikaitkan dengan Prambanan karena legenda Roro Jonggrang. Namun secara arkeologis, jumlah bangunan di kompleks ini tidak mencapai seribu.
Hasil penelitian menunjukkan Kompleks Candi Prambanan terdiri atas 240 candi, meliputi tiga Candi Trimurti, tiga Candi Wahana, dua candi apit, empat candi kelir, empat candi patok, serta 224 candi perwara.
Sementara itu, Candi Sewu yang berada tidak jauh dari Prambanan juga hanya memiliki sekitar 249 bangunan candi meskipun namanya berarti "seribu".
5. Kompleks Candi Hindu Terbesar di Indonesia
Kemegahan Prambanan tidak hanya terlihat dari arsitekturnya, tetapi juga dari luas kawasan. Kompleks Candi Prambanan memiliki luas sekitar 39,8 hektare dan tercatat sebagai kawasan candi Hindu terbesar di Indonesia.
Bahkan, jika digabungkan dengan kawasan candi di sekitarnya seperti Candi Sewu, Candi Lumbung, dan Candi Bubrah, luasnya bisa mencapai sekitar 80 hektare.
Skala luar biasa ini menjadikan Prambanan sebagai salah satu kompleks candi terbesar di Asia Tenggara setelah Angkor Wat di Kamboja.
6. Keindahan Arsitektur dan Relief Ramayana
Daya tarik utama Prambanan juga terletak pada kemegahan arsitekturnya. Tiga candi utama yang dipersembahkan untuk Siwa, Brahma, dan Wisnu menjulang tinggi menyerupai gunung suci Mahameru dalam kepercayaan Hindu.
Struktur bangunannya mengikuti konsep Mandala dengan tiga tingkatan alam, yakni Bhurloka, Bwahloka, dan Swahloka atau Swargaloka.
Selain itu, dinding candi dihiasi relief Ramayana yang mengisahkan perjalanan Rama menyelamatkan Sinta dari Rahwana dengan bantuan Hanoman.
Kisah tersebut hingga kini terus hidup melalui pertunjukan Sendratari Ramayana yang rutin digelar dengan latar megah Candi Prambanan, terutama saat malam bulan purnama.
7. Legenda Roro Jonggrang
Meski tidak memiliki dasar sejarah, legenda Roro Jonggrang tetap menjadi bagian penting dari daya tarik Prambanan.
Cerita tentang Bandung Bondowoso yang diminta membangun seribu candi dalam semalam demi mempersunting Roro Jonggrang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi salah satu legenda paling populer di Indonesia.
Legenda ini membuat Prambanan bukan hanya menarik dari sisi sejarah, tetapi juga kaya akan nilai budaya dan folklor Nusantara.
8. Ditemukan Kembali dan Direstorasi Bertahap
Setelah berabad-abad ditinggalkan, reruntuhan Candi Prambanan ditemukan kembali pada tahun 1733 oleh C.A. Lons dari Belanda.
Pemugaran besar kemudian dilakukan secara bertahap sejak awal abad ke-20 dan terus berlanjut hingga era Pemerintah Indonesia.
Proses restorasi tidak mudah karena banyak batu asli yang hilang serta syarat pemugaran yang mengharuskan minimal 75 persen material asli masih tersedia.
Keistimewaan Prambanan mendapat pengakuan dunia ketika UNESCO menetapkannya sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1991.
Status ini diberikan tidak hanya untuk Candi Prambanan, tetapi juga kompleks candi di sekitarnya seperti Candi Sewu, Candi Lumbung, dan Candi Bubrah.
Pelestarian kawasan ini tetap menghadapi tantangan seperti ancaman gempa bumi, abu vulkanik Gunung Merapi, hingga perilaku pengunjung yang dapat merusak bangunan bersejarah.
10. Berada di Kawasan Bersejarah Dataran Prambanan
Candi Prambanan juga menjadi bagian dari kawasan Dataran Kewu atau Dataran Prambanan yang pada abad VIII hingga X merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Medang atau Mataram Kuno.
Di kawasan ini terdapat banyak peninggalan arkeologi penting seperti Candi Sewu, Candi Plaosan, Candi Kalasan, Candi Sambisari, Kompleks Ratu Boko, hingga Candi Ijo.
Keberadaan berbagai situs tersebut menunjukkan bahwa kawasan Prambanan dahulu merupakan pusat kehidupan politik, sosial, dan keagamaan yang sangat penting di Pulau Jawa.
Lebih dari sekadar destinasi wisata, Candi Prambanan adalah mahakarya peradaban Nusantara yang menyimpan sejarah, budaya, arsitektur, dan nilai spiritual luar biasa.
Sumber: Kemenpar











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!