Masa Depan Bandung Zoo Ditentukan, Tiga Lembaga Konservasi Berebut Jadi Pengelola Baru
Senin, 8 Juni 2026 | 17:00
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: AntaraNews
Masa depan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) memasuki babak penting. Tiga lembaga konservasi ternama resmi masuk dalam bursa calon pengelola baru Destinasi Wisata edukasi yang telah menjadi bagian dari wajah Kota Bandung selama puluhan tahun.
Ketiga peserta yang mengikuti proses seleksi pengelolaan tersebut adalah Taman Safari Indonesia, Faunaland, dan Gembira Loka. Kehadiran nama-nama besar di dunia konservasi satwa ini memunculkan harapan baru bagi transformasi Bandung Zoo menjadi destinasi wisata modern yang lebih ramah satwa sekaligus menarik bagi wisatawan.
Bagi banyak pelancong yang berkunjung ke Kota Bandung, Bandung Zoo bukan sekadar tempat melihat satwa. Lokasinya yang berada di kawasan strategis dekat pusat kota menjadikannya salah satu ruang rekreasi keluarga yang mudah diakses dan memiliki nilai edukasi tinggi.
BACA JUGA
Nasib Bandung Zoo, 700 Satwa Menunggu Kepastian di Balik Pagar Tertutup
Bandung Zoo Direncanakan Buka Gratis Saat Lebaran
Bandung Zoo Masuki Tahap Lelang Ulang, Target Selesai Akhir Mei 2026
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa proses seleksi kembali dilanjutkan setelah ketiga peserta menyerahkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan.
“Bandung Zoo hari ini dan besok, berdasarkan laporan yang saya terima akan kembali dibuka prosesnya. Ada tiga peserta yang akhirnya memasukkan kembali dokumen persyaratan,” kata Farhan di Bandung, Senin, 8 Juni 2026.
Menurut Farhan, tahapan ini menjadi momen yang sangat menentukan karena merupakan kesempatan terakhir untuk mendapatkan pengelola baru yang dinilai mampu membawa Bandung Zoo ke arah yang lebih baik.
“Saya cukup deg-degan karena saya sendiri tidak boleh melihat dokumennya secara langsung. Ini adalah kesempatan terakhir,” katanya.
Proses pencarian pengelola baru ini menjadi perhatian banyak pihak karena hasilnya akan berpengaruh terhadap masa depan konservasi satwa sekaligus pengembangan sektor wisata di Kota Bandung.
Apabila seleksi kali ini kembali tidak menghasilkan pemenang, Pemerintah Kota Bandung akan melaporkan perkembangan tersebut kepada Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Kalau gagal lagi, saya harus menghadap Menteri Kehutanan untuk menyampaikan seluruh laporan perkembangan. Saya juga harus melapor kepada Pak Gubernur. Nanti kami bertiga akan membahas langkah selanjutnya terkait pengelolaan satwa di sana,” katanya.
Farhan menjelaskan bahwa tim penilai berasal dari Pemerintah Kota Bandung dengan dukungan tenaga ahli dari Kementerian Kehutanan dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Keterlibatan para pakar tersebut dilakukan untuk memastikan aspek konservasi dan kesejahteraan satwa menjadi prioritas utama dalam proses evaluasi.
“Perlu dipahami bahwa proses lelang ini sangat serius. Nilainya besar, sehingga ketika ada perubahan angka penawaran dari peserta, kami harus melakukan proses administrasi lelang ulang,” katanya.
Harapan Baru bagi Ikon Wisata Edukasi Bandung
Jika proses seleksi berjalan lancar, Bandung Zoo berpeluang memasuki fase pembaruan yang signifikan. Sejumlah kebun binatang modern di Indonesia kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga mengedepankan konservasi, penelitian, edukasi lingkungan, serta pengalaman wisata yang lebih interaktif.
Kehadiran calon pengelola berpengalaman seperti Taman Safari Indonesia, Faunaland, dan Gembira Loka membuka peluang lahirnya konsep baru yang dapat meningkatkan kualitas fasilitas, kesejahteraan satwa, serta pengalaman pengunjung.
Bagi wisatawan, perkembangan ini menjadi kabar yang patut dinantikan. Sebab, transformasi Bandung Zoo berpotensi menghadirkan destinasi Wisata Keluarga yang lebih nyaman, edukatif, dan relevan dengan tren Wisata Berkelanjutan yang semakin diminati dalam beberapa tahun terakhir.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!