Mengenal Seblang Bakungan, Tradisi Unik Suku Osing yang Menarik Perhatian Dunia
Senin, 1 Juni 2026 | 14:00
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: AntaraNews
Banyuwangi kembali menghadirkan pengalaman Wisata Budaya yang sulit ditemukan di tempat lain. Saat Libur Panjang Idul Adha 2026, ribuan wisatawan memadati Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, untuk menyaksikan Ritual Seblang, tradisi sakral masyarakat Osing yang telah diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun.
Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata modern, Seblang Bakungan tetap bertahan sebagai salah satu identitas budaya paling kuat di Banyuwangi. Tradisi ini bukan hanya menjadi agenda adat masyarakat setempat, tetapi juga telah berkembang menjadi Atraksi Budaya yang menarik perhatian Wisatawan Domestik maupun mancanegara.
Pada pelaksanaan tahun ini, tarian Seblang dibawakan oleh Isni, perempuan berusia 54 tahun yang dipercaya menjalankan peran sebagai penari utama dalam ritual sakral tersebut. Dalam tradisi Seblang, penari akan menari dalam kondisi trance atau kehilangan kesadaran sebagai bagian dari prosesi adat yang diyakini masyarakat setempat memiliki hubungan spiritual dengan para leluhur.
BACA JUGA
6 Destinasi Indonesia Selain Bali yang Dipuji Media Travel Dunia
Wisata Kuliner dan Budaya Menyatu di Festival Rujak Uleg 2026 Surabaya
Kunjungan Turis Meningkat, Pariwisata Penopang Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi
"Tradisi ini bukan sekadar upaya menjaga warisan leluhur, tapi juga memastikan budaya lokal tetap eksis di tengah modernisasi, dan ini juga menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan warga," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Senin, 1 Juni 2026.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga tradisi yang diyakini telah ada sejak tahun 1639 tersebut.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap pelestarian Seblang Bakungan sebagai salah satu kekayaan budaya daerah yang memiliki nilai sejarah tinggi.
"Tradisi Seblang bisa dijumpai di dua tempat yang menjadi basis Suku Osing, yakni Desa Olehsari dan Kelurahan Bakungan di Kecamatan Glagah," kata Ipuk.
Diawali Kenduri dan Ider Bumi
Rangkaian Ritual Seblang digelar setiap bulan Dzulhijah atau bulan haji, tepatnya sekitar sepekan setelah Hari Raya Idul Adha. Prosesi diawali dengan kenduri massal yang melibatkan warga sepanjang jalan di Kelurahan Bakungan.
Sebelum acara berlangsung, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan salat Magrib dan salat hajat bersama di masjid setempat. Doa-doa dipanjatkan sebagai bentuk harapan akan keselamatan, kesejahteraan, serta keberkahan bagi seluruh warga desa.
Suasana kemudian berlanjut dengan tradisi ider bumi, yaitu pawai obor yang mengelilingi kawasan permukiman. Prosesi ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus ungkapan syukur masyarakat Osing.
Di sepanjang rute, warga menikmati hidangan tumpeng dan kuliner khas Banyuwangi, pecel pithik, secara bersama-sama di atas tikar yang dibentangkan di tepi jalan. Momen ini menghadirkan suasana hangat yang memperlihatkan kuatnya nilai gotong royong dalam kehidupan masyarakat Osing.
Tarian Trance yang Memikat Wisatawan
Puncak acara terjadi ketika penari Seblang memasuki fase trance. Dengan mata terpejam, Isni terus menari mengikuti irama gending tradisional seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto yang dimainkan secara berulang.
Dalam kepercayaan masyarakat setempat, pada fase tersebut sang penari dipercaya tengah berada dalam pengaruh roh leluhur yang menjadi bagian penting dari ritual adat.
Gerakan tari yang khas, alunan musik tradisional yang magis, serta atmosfer spiritual yang menyelimuti lokasi acara menciptakan Pengalaman Budaya yang begitu kuat bagi para pengunjung.
Tak heran jika setiap tahun Ritual Seblang selalu berhasil menarik perhatian ribuan wisatawan. Tahun ini, sejumlah turis asing juga terlihat hadir di tengah kerumunan, termasuk wisatawan asal Hungaria, Gergo Zalatnai, yang turut menyaksikan langsung salah satu tradisi paling unik di Banyuwangi tersebut.
Bagi para pencinta wisata budaya, Seblang Bakungan bukan sekadar pertunjukan tari. Tradisi ini menjadi jendela untuk memahami bagaimana masyarakat Osing menjaga hubungan dengan sejarah, leluhur, dan identitas budayanya di tengah perubahan zaman.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!