Dari MotoGP ke Balap Mobil Nasional, Mandalika Tunjukkan Fleksibilitas Sirkuit Kelas Dunia
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 12:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-MGPA.
Setelah sukses menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia 2025, Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat kembali bergerak cepat menyambut ajang besar lainnya. Kali ini, lintasan internasional kebanggaan Indonesia tersebut akan digunakan untuk kejuaraan nasional balap mobil (ITCR) dalam rangkaian Mandalika Festival of Speed (MFoS) pada 24–26 Oktober 2025.
Perpindahan dari ajang roda dua kelas dunia ke balap roda empat nasional ini bukan hal sederhana. Justru di sinilah menariknya karena Mandalika menunjukkan kemampuannya sebagai sirkuit multifungsi berstandar global**.
“Transisi dari setup roda dua ke roda empat menjadi fokus utama tim teknis agar lintasan kembali memenuhi standar homologasi FIA Grade 3,” ujar Manager Race Electronics, Track dan Motorsport Sirkuit Mandalika, Muhammad Awallutfi Andhika Putra, di Lombok Tengah, Sabtu.
BACA JUGA
Mandalika Festival of Speed 2025, Simbol Energi Baru Motorsport Indonesia
Ribuan Pelari Mandalika Last Sunday Run Galang Donasi untuk Korban Banjir Sumatra
Mandalika Resmi Jadi Tuan Rumah Formula 4 Indonesia Mulai 2026
Setelah MotoGP dan beberapa event track day roda dua, tim MGPA (Mandalika Grand Prix Association) bersiap mengembalikan sirkuit ke konfigurasi roda empat. Proses ini mencakup pemasangan kembali perangkat keselamatan standar FIA seperti flexible cone, dome, brake marker FIA dan grid start mobil.
Mengapa perangkat tersebut perlu dipasang ulang? Karena saat MotoGP, semua elemen roda empat wajib dicopot untuk keselamatan pebalap motor.
“Ketika sirkuit digunakan untuk MotoGP, semua elemen roda empat seperti dome dan flexible cone kita cabut agar tidak membahayakan pebalap motor,” ujarnya.
Konfigurasi Ulang dengan Presisi
Usai seluruh agenda roda dua rampung, tim langsung bergerak melakukan konfigurasi FIA.
“Setelah seluruh agenda roda dua selesai, tim kembali melakukan konfigurasi ke setup roda empat dengan standar keamanan FIA,” katanya.
Beberapa titik lintasan, terutama area apex tikungan, kembali dipasangi dome sebagai pembatas agar mobil tidak memotong jalur secara berlebihan.
Flexible cone dan brake marker juga dipasang untuk membantu pembalap membaca batas lintasan lebih akurat.
“Proses konversi dari setup lintasan Pertamina Mandalika International Circuit dari balap roda dua ke balap roda empat dilakukan secara cepat oleh tim MGPA,” kata Awallutfi.
“Setelah event terakhir roda dua selesai, tim langsung bergerak melakukan pemasangan dome, flexible cone, dan brake marker. Bila cuaca mendukung, kami juga segera melakukan pengecatan ulang grid mobil.”
Bahkan, ia menegaskan waktu yang dibutuhkan sangat efisien.
“Prosesnya hanya memakan waktu beberapa jam, sehingga keesokan paginya sirkuit sudah siap digunakan untuk roda empat,” katanya.
Dengan kemampuan beradaptasi dari FIM (untuk MotoGP) ke FIA (untuk balap mobil) dalam waktu singkat, Mandalika membuka peluang menjadi pusat motorsport terbesar di Asia Tenggara.(Antara)***










