ID EN

Jabar Punya Konsep Wisata Kereta Api, Bisa Lihat Jalur yang Pernah Dilewati Charlie Chaplin

Jumat, 17 Oktober 2025 | 17:00

Penulis: Arif S

Stasiun Cibatu
Stasiun Cibatu.
Sumber: KAI.id/Rezza Habibie

Gagasan menjelajah Jawa Barat dengan cara berbeda sedang disiapkan pemerintah daerah. Bukan sekadar melancong ke destinasi populer, tetapi menikmati perjalanan sambil menelusuri sejarah panjang perkeretaapian di tanah Pasundan. 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) memperkenalkan konsep West Java Railway Heritage, sebuah pengalaman wisata berbasis moda transportasi kereta api. Konsep ini diyakini mampu menghidupkan kembali pesona lawas jalur rel sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan.

Kepala Disparbud Jabar, Hendra Sofyan, optimistis pendekatan ini bisa menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Sejarah dan jalur kereta api di Jabar yang paling lengkap, jalur kereta melewati keindahan alam hutan, pesawahan. Dulu juga pabrik kereta terbesar ada di Jabar," ujarnya di Bandung, Selasa.

Keunggulan geografis dan historis menjadi modal utama. Banyak jalur kereta tua yang melintas di tengah pemandangan alam, dari lembah hingga pegunungan. 

Di beberapa titik, stasiun berarsitektur kolonial masih berdiri kokoh, menyimpan cerita masa lalu yang siap dihidupkan kembali dalam bentuk tur tematik.

Lebih dari sekadar perjalanan nostalgia, konsep ini juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di daerah.

Dengan konsep West Java Railway Heritage, ia berharap, tidak hanya dapat menstimulasi penggunaan kereta sebagai akses transportasi, tetapi juga menggerakkan ekonomi bagi masyarakat.

Hendra menegaskan kereta api bukan hanya soal perpindahan, tetapi juga pintu masuk berbagai peluang usaha.

"Dengan kereta api sebagai akses, artinya akan menghidupkan ekonomi baik UMKM, transportasi dan lain sebagainya yang ada lokal di situ," katanya.

Untuk mewujudkan konsep ini, Disparbud Jabar telah menggandeng komunitas pencinta kereta api dalam merancang paket wisata. Salah satu ikon yang akan diangkat adalah Stasiun Cibatu.

"Stasiun Cibatu menjadi destinasi. Dulu pernah dikunjungi oleh Charlie Chaplin. Dengan menggunakan kereta uap hingga ke Kota Garut," kata Hendra.

Bayangkan, wisatawan menaiki kereta uap kuno, menyusuri jalur peninggalan sejarah, melintasi hamparan sawah dan bukit, lalu berhenti di stasiun yang pernah disinggahi legenda dunia film. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman)yang masuk ke Jawa Barat pada Agustus 2025 turun 12,17 persen dibanding Juli 2025, dan bahkan merosot 82,01 persen secara tahunan.

Namun kabar baik datang dari jalur transportasi modern Whoosh, kereta cepat penghubung Jabar–Jakarta. Wisman yang masuk melalui Whoosh pada Agustus 2025 mencapai 19.536 kunjungan.

Angka ini naik 16,42 persen dibanding Juli 2025, dan melesat 32,07 persen dibanding Agustus 2024. Sepanjang Januari–Agustus 2025, totalnya mencapai 124.350 kunjungan.

Untuk wisatawan nusantara (wisnus), pergerakan pada Agustus 2025 tercatat 16,64 juta perjalanan, turun 6,32 persen dibanding Juli. 

Meski begitu, secara tahunan naik 27,59 persen dibanding Agustus 2024. Secara kumulatif Januari–Agustus 2025, perjalanan wisnus menembus 141,50 juta atau naik 30,85 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Kabupaten Bogor masih menjadi magnet utama dengan 14,66 persen kunjungan, disusul Kota Bandung 11,21 persen.

Dengan fondasi sejarah, infrastruktur rel membentang dari pegunungan hingga pesisir, serta tren positif sektor transportasi kereta modern, konsep West Java Railway Heritage bukan sekadar ide. 

Ia bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan pariwisata Jawa Barat yang menghidupkan ekonomi, budaya, dan rasa bangga.(Antara)