Tak Perlu ke Mongolia, Turis Bisa Rasakan Tradisi Genghis Khan di Kawasan Wisata Ini
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-Tanjung Lesung
Di pesisir Banten, suasana Mongolia kini bisa dirasakan tanpa perlu menempuh perjalanan jauh. Di kawasan wisata Tanjung Lesung, Pengalaman Budaya nomaden itu dihadirkan melalui Mongolian Culture Center, menjadi ruang pertemuan Budaya Indonesia dan Mongolia.
Konsep ini dirancang untuk membawa pengunjung masuk ke dalam kehidupan tradisional bangsa pengembara yang dikenal sejak era Kekaisaran Mongol. Dari arsitektur hingga aktivitas, semuanya dirancang untuk menghadirkan atmosfer Mongolia secara autentik di Indonesia.
“Saya berharap masyarakat bisa datang ke Tanjung Lesung, menikmati suasananya, dan merasakan langsung bagaimana uniknya kehidupan Budaya Mongolia tanpa harus pergi jauh ke luar negeri,” ujar Founder PT Jababeka Tbk sekaligus Utusan Budaya Mongolia di Indonesia, Setyono Djuandi Darmono dalam keterangan tertulis.
BACA JUGA
Tol Serang-Panimbang Pangkas Waktu Tempuh ke Tanjung Lesung
Tren Liburan Singkat, Wisatawan Domestik Hanya Menginap 1–2 Malam di Hotel Berbintang
Wisata Kuliner dan Budaya Menyatu di Festival Rujak Uleg 2026 Surabaya
Di dalam kawasan seluas sekitar satu hektare itu, pengunjung dapat memasuki “Ger”, tenda tradisional Mongolia berbentuk melingkar yang menjadi simbol kehidupan nomaden. Interiornya dipenuhi ornamen etnik, warna-warna hangat, serta ukiran khas, membawa nuansa stepa Asia Tengah ke pesisir selatan Jawa.
Lebih dari sekadar instalasi budaya, pengalaman di sini bersifat interaktif. Pengunjung dapat mengenakan busana tradisional Mongolia, mulai dari kostum prajurit hingga pakaian kaisar dan ratu, lengkap dengan replika singgasana yang menjadi daya tarik visual utama.

Sumber: Antara/HO-Tanjung Lesung
Di sisi lain kawasan, tersedia arena memanah, mengajak wisatawan merasakan keterampilan yang dulu menjadi kekuatan utama pasukan Mongol dalam ekspansi wilayah. Aktivitas ini menjadi jembatan pengalaman antara sejarah dan wisata modern.
Selain Wisata Budaya, Tanjung Lesung juga menawarkan lanskap alam beragam, mulai dari olahraga air, ATV, hingga penerbangan wisata ringan, menyuguhkan panorama Gunung Krakatau dari udara.
Akses menuju kawasan ini semakin mudah dengan hadirnya Tol Serang-Panimbang Seksi I, memangkas waktu perjalanan dari Jakarta menjadi sekitar 2,5 hingga 3 jam.
“Tidak terasa, tahun 2026 menjadi peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Mongolia dan Republik Indonesia. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin erat, tidak hanya dalam kolaborasi budaya, tetapi juga Pariwisata dan berbagai bentuk kemitraan lainnya,” kata D. Enkhtaivan.
Melalui Mongolian Culture Center, Tanjung Lesung tidak hanya menjadi Destinasi Wisata, tetapi juga ruang cerita tentang bagaimana budaya dapat melintasi batas geografis dan dihidupkan kembali di tempat yang jauh dari asalnya.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!